Bagaimana Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem Pertanian dan Produksi Pangan?

AKURAT.CO Manusia sebagai makhluk yang paling dominan di bumi memiliki pengaruh besar terhadap berbagai ekosistem, terutama ekosistem pertanian yang menjadi sumber utama produksi pangan.
Aktivitas manusia dalam bidang pertanian dan produksi pangan telah berlangsung selama ribuan tahun dan sangat penting untuk kelangsungan hidup.
Namun, kegiatan ini juga membawa dampak signifikan terhadap keseimbangan ekosistem, baik positif maupun negatif.
Artikel ini mengulas secara komprehensif pengaruh manusia terhadap ekosistem pertanian dan produksi pangan berdasarkan berbagai sumber terpercaya dari dalam dan luar negeri.
Pengaruh Negatif Manusia terhadap Ekosistem Pertanian
Kerusakan Habitat dan Alih Fungsi Lahan
Untuk membuka lahan pertanian, manusia sering melakukan penebangan hutan dan konversi lahan alami menjadi lahan pertanian atau perkebunan.
Hal ini menyebabkan hilangnya habitat alami berbagai flora dan fauna, sehingga mengancam keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.
Penggunaan Pupuk dan Pestisida Kimia Berlebihan
Penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah dan menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti eutrofikasi perairan.
Pestisida yang digunakan untuk membasmi hama juga membunuh organisme non-target, termasuk serangga dan mikroorganisme yang penting bagi kesehatan tanah.
Pertanian Monokultur
Praktik menanam satu jenis tanaman secara terus-menerus (monokultur) mengurangi keanekaragaman hayati tanaman dan menyebabkan spesies lokal menjadi langka atau punah.
Selain itu, monokultur meningkatkan kerentanan terhadap serangan hama dan penyakit.
Dominasi Spesies Asing
Penggunaan bibit unggul dari luar negeri yang lebih dominan dapat mengalahkan spesies asli daerah, sehingga mengurangi keanekaragaman genetik dan mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.
Polusi dan Dampak Industri Pertanian
Aktivitas pertanian dan produksi pangan juga berkontribusi terhadap polusi tanah, air, dan udara melalui limbah dan penggunaan bahan kimia.
Polusi ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih luas, termasuk fenomena pemanasan global dan hujan asam.
Baca Juga: Kadin Dorong Pemanfaatan CEPA untuk Perkuat Posisi RI di Rantai Pasok Global
Pengaruh Positif Manusia terhadap Ekosistem Pertanian
Konservasi dan Pengelolaan Berkelanjutan
Manusia juga berperan dalam menjaga dan memelihara ekosistem pertanian melalui praktik konservasi, seperti reboisasi, perlindungan habitat, dan pengembangan pertanian organik.
Upaya ini membantu memperlambat kepunahan spesies dan menjaga kesuburan tanah.
Inovasi dan Teknologi Ramah Lingkungan
Pengembangan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, irigasi hemat air, dan pengelolaan limbah, dapat mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan meningkatkan produktivitas pangan secara berkelanjutan.
Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem mendorong praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Rangkuman
Pengaruh manusia terhadap ekosistem pertanian dan produksi pangan sangat besar dan kompleks.
Di satu sisi, aktivitas pertanian menyediakan kebutuhan pangan yang vital bagi kehidupan manusia.
Namun, di sisi lain, praktik pertanian yang tidak berkelanjutan menyebabkan kerusakan habitat, penurunan keanekaragaman hayati, pencemaran, dan gangguan keseimbangan ekosistem.
Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan dan konservasi lingkungan agar produksi pangan tetap optimal tanpa merusak ekosistem.
Upaya bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pertanian akan menjamin keberlanjutan sumber pangan dan kesehatan lingkungan bagi generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








