Akurat

Bagaimana Langkah Presiden Soeharto dalam Melaksanakan Pembangunan pada Era Orde Baru? Inilah 6 Fakta Sejarah yang Akurat

Rahman Sugidiyanto | 20 April 2025, 12:40 WIB
Bagaimana Langkah Presiden Soeharto dalam Melaksanakan Pembangunan pada Era Orde Baru? Inilah 6 Fakta Sejarah yang Akurat

AKURAT.CO Bagaimana Langkah Presiden Soeharto dalam Melaksanakan Pembangunan pada Era Orde Baru?

Era Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto sejak 1966 hingga 1998 dikenal sebagai masa transformasi besar dalam pembangunan nasional Indonesia.

Setelah kondisi ekonomi yang sangat buruk pada akhir Orde Lama, Soeharto mengambil langkah strategis untuk menstabilkan negara dan memacu pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan pembangunan yang terencana dan terstruktur.

Artikel ini mengulas langkah-langkah utama Presiden Soeharto dalam melaksanakan pembangunan pada era Orde Baru secara komprehensif dan berdasarkan sumber terpercaya.

Baca Juga: Prabowo Subianto Bersama Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo Luncurkan Video Ucapan Idul Fitri 2025

1. Pembentukan Trilogi Pembangunan

Langkah awal Soeharto dalam pembangunan adalah menetapkan Trilogi Pembangunan yang menjadi fondasi kebijakan pembangunan nasional, yaitu:

  • Stabilitas nasional yang dinamis

  • Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

  • Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya

Trilogi ini bertujuan menciptakan kondisi politik dan keamanan yang kondusif, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

2. Pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)

Soeharto menerapkan sistem perencanaan pembangunan jangka menengah melalui Repelita yang dimulai sejak 1969.

Repelita berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan secara bertahap dan terukur dalam periode lima tahun, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, industri, infrastruktur, dan pendidikan.

Repelita pertama sampai keempat berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan peningkatan produksi pangan nasional, khususnya melalui program swasembada beras.

Baca Juga: Diduga Menikah dengan Tommy Soeharto, Ini Profil Ida Iasha: Karier dan Perjalanan Hidup

3. Pemerataan Pembangunan Melalui Delapan Jalur

Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, pemerintah Orde Baru mengembangkan delapan jalur pemerataan yang meliputi:

  • Pemenuhan kebutuhan pokok rakyat (pangan, sandang, perumahan)

  • Kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan

  • Pembagian pendapatan yang adil

  • Kesempatan memperoleh pekerjaan

  • Kesempatan menjalankan usaha

  • Partisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan perempuan

Langkah ini bertujuan mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

4. Swasembada Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan

Salah satu fokus utama pembangunan adalah mencapai swasembada pangan, terutama beras, untuk mengatasi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah melibatkan petani melalui pembentukan koperasi dan pengembangan ekonomi pedesaan sebagai upaya memperkuat basis ekonomi rakyat kecil.

5. Stabilitas Politik dan Penguatan Pemerintahan

Selain pembangunan ekonomi, Soeharto juga menata stabilitas politik dengan memperkuat peran Golongan Karya (Golkar) sebagai kendaraan politik pemerintah dan membatasi aktivitas partai politik lain.

Hal ini bertujuan menciptakan kondisi politik yang stabil dan kondusif untuk pembangunan.

6. Reintegrasi Indonesia ke Ekonomi Dunia

Soekarno sempat memutuskan hubungan dengan dunia Barat, namun Soeharto mengubah arah kebijakan dengan membuka kembali hubungan ekonomi dan politik internasional.

Ini memungkinkan masuknya bantuan dan investasi asing yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan nasional.

Presiden Soeharto melaksanakan pembangunan pada era Orde Baru melalui langkah-langkah strategis yang terstruktur, dimulai dari pembentukan Trilogi Pembangunan, pelaksanaan Repelita, dan delapan jalur pemerataan pembangunan.

Fokus utama adalah menciptakan stabilitas nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi, dan memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata.

Program swasembada pangan dan penguatan ekonomi pedesaan menjadi prioritas untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, stabilitas politik diperkuat untuk mendukung kelancaran pembangunan, serta reintegrasi Indonesia ke dalam ekonomi dunia membuka akses bantuan dan investasi asing.

Keseluruhan langkah ini membawa perubahan signifikan dalam pembangunan nasional Indonesia selama era Orde Baru.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.