Guru Lalai, Kami Terbengkalai: Protes Siswa SMKN 2 Solo Terancam Gagal SNBP

AKURAT.CO Siswa-siswi SMK Negeri 2 Solo menggelar aksi protes terhadap para guru yang dianggap lalai memasukkan data mereka ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Kelalaian tersebut membuat mereka tidak dapat mendaftar kuliah lewat jalur tanpa tes, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.
Akibatnya, para siswa tidak berhak atau eligible untuk mengikuti SNBP.
Hal ini menyebabkan ratusan siswa bersama orang tua melakukan unjuk rasa di halaman sekolah pada Senin (3/2/2025).
Aksi protes dilakukan para siswa dengan memasang berbagai spanduk. Di antaranya bertuliskan "Guru Lalai, Kami Terbengkalai", "Kami Berhak SNBP", "Oknum Perenggut Mimpi" dan "RIP SNBP."
Baca Juga: Pendaftaran SNBP 2025 Dibuka Februari: Syarat, Jadwal Lengkap dan Cara Daftar di snbp.snpmb.id
Para siswa kecewa dengan pendaftaran SNBP yang belum dapat terbuka. Ditambah, jangka waktu yang terbilang sedikit.
"Kalau misalnya usaha sekolah ini enggak berhasil, kan berarti harusnya ada bentuk pertanggungjawaban lain. Menurut saya, bimbingan UTBK itu tidak sepadan. Saya belajar UTBK lama pun sampai sekarang belum seratus persen bisa. Apalagi dengan waktunya singkat dan sedikit," jelas Aura, siswa kelas XII, dikutip dari Antara.
Tenggat waktu pengisian data di PDSS adalah 31 Januari 2025. Pihak guru tidak kunjung mengisinya.
Wakil Kepala SMKN 2 Bidang Kurikulum, Nurgiyanto, mengatakan, pihaknya sedang berusaha menyelesaikan keluhan yang dialami siswa.
Ia mengatakan, kepala sekolah juga langsung bergerak ke Jakarta dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Baca Juga: Perhatikan Tips Lolos PTN: 5 Kesalahan Siswa Saat Mendaftar SNBP yang Harus Dihindari!
Tidak Ada Perpanjangan Waktu PPDS
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok, menegaskan bahwa tidak ada perpanjangan waktu finalisasi PDSS, sebagai syarat untuk mengikuti SNBP.
"Sampai hari ini saya masih banyak menerima permintaan untuk perpanjangan PDSS. Sekali lagi, itu tidak bisa kita lakukan karena itu berkaitan dengan tahapan jadwal yang sudah akan kita tempuh pada tahapan berikutnya," jelasnya.
Eduart mengatakan, hal ini juga harus menjadi perhatian peserta lainnya. Agar tidak terlambat dalam mendaftarkan diri untuk mengikuti SNBP yang dibuka pada 4-18 Februari 2025.
"Perhatikan betul jadwal ini dan jangan sampai terlambat. Yang menjadi kelemahan kita, selalu kita suka berjuang di last minute. Tentu ini akan berat karena pasti banyak yang akan terlambat dan tentu ini kita tidak inginkan," ujarnya.
Menurut Eduart, keterlambatan dalam finalisasi PDSS bukan kali pertama terjadi, sebab sebelumnya hal serupa telah menjadi masalah.
"Jadi, sekali lagi mohon maaf bagi, misalnya sekolah-sekolah ketika ada bermasalah yang sudah lengkap itu bisa kita bantu. Tetapi yang belum lengkap itu akan menjadi sulit, karena ini terkaitan dengan sistem secara keseluruhan," jelasnya.
Diketahui, pendaftaran SNBP dibuka pada 4-18 Februari 2025 dan kemudian diumumkan pada 18 Maret 2025.
Adapun, pendaftaran ulang setelah pengumuman dapat dilakukan di perguruan tinggi negeri (PTN) masing-masing sesuai jadwal yang ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








