Akurat

Sambut Aplikasi Rumah Pendidikan, Selamat Tinggal Platform Merdeka Mengajar atau PMM

Sultan Tanjung | 17 Januari 2025, 13:15 WIB
Sambut Aplikasi Rumah Pendidikan, Selamat Tinggal Platform Merdeka Mengajar atau PMM

AKURAT.CO Digitalisasi pendidikan terus berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat modern.

Salah satu langkah nyata adalah peluncuran aplikasi Rumah Pendidikan pada Januari 2025.

Aplikasi ini dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menggantikan platform Merdeka Mengajar yang sebelumnya diperkenalkan oleh Nadiem Makarim.

Kepala Pusat Data dan Informasi, Yudhistira Nugraha, menyatakan aplikasi Rumah Pendidikan bagian dari program quick win Presiden Prabowo.

"Rumah Pendidikan mendukung program Quick Win prioritas Presiden," ujarnya dari YouTube Rumah Belajar Kemdikbud Rabu, (15/1/2025). sebagaimana dipetik dari RRI.

Lantas seperti apa fitur-fitur utama dari aplikasi Rumah Pendidikan serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya.

Baca Juga: Cara Sinkronisasi PMM ke eKinerja BKN yang Benar untuk Guru dan Kepala Sekolah, Ternyata Mudah dengan 4 Langkah Ini

1. Fitur Utama Aplikasi Rumah Pendidikan 

Mengutip keterangan Kemendikdasmen, Rumah Pendidikan adalah aplikasi digital yang dirancang untuk memudahkan akses pendidikan secara daring.

Platform ini menyatukan berbagai materi dan fitur interaktif bagi siswa dan pengajar.

Rumah Pendidikan memiliki delapan ruang utama, masing-masing untuk kebutuhan guru, sekolah, murid, orang tua, dan lainnya.

Setiap ruang dirancang untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, kolaboratif, dan terintegrasi antara semua pihak terkait.

Berikut delapan ruang utama aplikasi digital Rumah Pendidikan:

  1. Ruang GTK – Untuk guru, menyediakan materi pembelajaran, pelatihan, dan forum diskusi.
  2. Ruang Sekolah – Untuk data dan informasi sekolah, termasuk administrasi dan manajemen sekolah.
  3. Ruang Bahasa – Untuk sumber belajar bahasa, menyediakan materi dan latihan bahasa asing.
  4. Ruang Murid – Untuk akses materi pembelajaran dan tugas, memungkinkan siswa belajar secara mandiri.
  5. Ruang Pemerintah – Untuk kebijakan dan monitoring, memudahkan pengawasan dan evaluasi pendidikan.
  6. Ruang Mitra – Untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi non-pemerintah.
  7. Ruang Publik – Untuk informasi umum, menyediakan berita dan informasi terkini tentang pendidikan.
  8. Ruang Orang Tua – Untuk memantau perkembangan anak, memungkinkan orang tua terlibat dalam proses belajar anak.

2. Penggantian Platform Merdeka Mengajar 

Platform Rumah Pendidikan dirancang menggantikan platform terdahulu, termasuk Platform Merdeka Mengajar (PMM), yang menuai keluhan guru terkait penggunaannya.

Aplikasi pendidikan sebelumnya disempurnakan melalui platform ini dengan pembaruan dan fitur sesuai kebutuhan pengguna.

Rumah Pendidikan menawarkan antarmuka yang lebih user-friendly dan fitur yang lebih lengkap untuk mendukung proses belajar-mengajar.

3. Tantangan Implementasi 

Adapun tantangan utama Rumah Pendidikan adalah akses teknologi dan pemahaman fitur oleh pengguna, terutama guru.

Sosialisasi yang intens diperlukan agar pengguna, terutama guru, dapat memahami dan menggunakan fitur yang tersedia.

Selain itu, infrastruktur teknologi yang memadai juga menjadi faktor penting untuk memastikan aplikasi ini dapat diakses oleh semua pihak, termasuk di daerah terpencil.

Kesimpulan

Peluncuran aplikasi Rumah Pendidikan merupakan langkah maju dalam digitalisasi pendidikan di Indonesia.

Dengan fitur-fitur yang komprehensif dan antarmuka yang user-friendly, aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memudahkan akses belajar bagi semua pihak.

Namun, tantangan dalam hal akses teknologi dan pemahaman fitur oleh pengguna perlu diatasi melalui sosialisasi dan peningkatan infrastruktur.

Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, diharapkan aplikasi ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi pendidikan di Indonesia.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.