Anak Susah Bercerita? Ini Cara Agar Anak Mau Terbuka pada Orang Tua

AKURAT.CO Banyak orang tua merasa kebingungan saat anak enggan bercerita atau terbuka tentang perasaannya. Padahal komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sangat penting untuk perkembangan emosional dan ikatan keluarga yang kuat.
Baca Juga: Cara Agar Anak Remaja Bisa Terbuka kepada Orang Tua
1. Ajukan Pertanyaan Spesifik, Bukan Umum
Anak yang masih kecil sering kali kesulitan menjawab pertanyaan umum seperti “Bagaimana sekolahmu?” Namun, ajukan pertanyaan yang lebih spesifik seperti “Apa permainan paling seru yang kamu mainkan hari ini?” atau “Siapa teman yang kamu ajak ngobrol di sekolah?”
Teknik ini membantu anak lebih mudah mengungkapkan pengalaman mereka.
2. Hindari Interogasi, Bicaralah dengan Santai
Saat anak pulang sekolah atau berkegiatan, hindari langsung bertanya secara beruntun. Memberi waktu beberapa menit bagi anak untuk beradaptasi sangat membantu sebelum memasuki percakapan. Sambut mereka dengan ucapan hangat seperti “Mama kangen kamu hari ini” agar suasana lebih nyaman.
3. Jadilah Pendengar yang Baik
Anak perlu merasa didengar penuh perhatian. Saat mereka berbicara, berikan fokus sepenuhnya tanpa terganggu gadget atau pikiran lainnya. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan dengan kontak mata, anggukan, dan tanggapan empatik.
4. Tunjukkan Keteladanan dalam Berbicara Terbuka
Anak belajar dari perilaku orang tua. Jika orang tua bersikap terbuka tentang perasaan mereka dan berbicara jujur tanpa menghakimi, anak pun akan melihat bahwa percakapan terbuka adalah hal yang wajar dan aman.
5. Ciptakan Rutinitas Bicara di Waktu Khusus
Atur waktu khusus setiap hari atau setiap minggu untuk berbicara bersama anak, misalnya saat makan malam atau sebelum tidur. Rutinitas ini menciptakan momen yang stabil untuk berkomunikasi tanpa merasa terbebani.
6. Manfaatkan Situasi yang Santai seperti Saat di Mobil
Tempat yang tidak menuntut kontak mata langsung, seperti di dalam mobil akan membuat anak merasa lebih nyaman untuk bercerita tanpa tekanan.
Baca Juga: Biar Gak Salah Didik, Begini Cara Islam Ajarkan Anak Laki-Laki Akhlak dan Tanggung Jawab
7. Libatkan Aktivitas Bersama
Menghabiskan waktu bersama dengan melakukan kegiatan yang disukai anak seperti bermain, membaca buku atau bermalas-malasan sembari ngobrol ringan dapat membuat suasana lebih rileks dan mendorong anak untuk membuka diri secara bertahap.
Saat anak mulai bercerita, jangan menyela dengan kritik atau menghakimi. Biasakan sikap
mendengarkan tanpa langsung menilai atau memberikan solusi cepat. Ini memberi anak rasa
aman bahwa cerita mereka dihargai tanpa rasa takut dihakimi.
Membangun hubungan komunikasi yang terbuka dengan anak bukan terjadi dalam semalam.
Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi dari orang tua untuk menjadi pendengar yang penuh empati dan menciptakan suasana percakapan yang aman.
Dengan menerapkan strategi seperti mengajukan pertanyaan yang tepat, menjadi teladan dalam komunikasi, menyediakan waktu khusus, dan menghindari sikap menghakimi akan membuat anak cenderung mau bercerita dan terbuka kepada orang tua.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









