Akurat

Bencana Melanda Banyak Daerah, Apa Syarat agar Disebut Bencana Nasional?

Kosim Rahman | 3 Desember 2025, 12:37 WIB
Bencana Melanda Banyak Daerah, Apa Syarat agar Disebut Bencana Nasional?

AKURAT.CO Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia kembali berhadapan dengan bencana alam yang menelan korban jiwa dan mengakibatkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Di tengah situasi ini, pertanyaan yang sering muncul di publik adalah, kapan sebuah bencana bisa disebut sebagai bencana nasional? Apakah setiap bencana besar otomatis masuk kategori tersebut?

Istilah bencana nasional bukan hanya label. Status ini membawa sejumlah konsekuensi, termasuk keterlibatan penuh pemerintah pusat dalam penanganan, dukungan anggaran khusus, hingga bantuan internasional.

Baca Juga: Salurkan Bantuan di Aceh Barat, Muslim Ayub Desak Penetapan Bencana Nasional

Apa Itu Bencana Nasional?

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, status bencana nasional diberikan pada peristiwa bencana besar yang dampaknya melampaui kemampuan daerah untuk menangani.

Dengan kata lain, jika pemerintah daerah tidak lagi mampu melakukan evakuasi, pemulihan, atau distribusi bantuan, pemerintah pusat dapat turun tangan secara total.

Namun, keputusan ini tidak otomatis, dan hanya dapat ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, setelah melalui sejumlah kajian dan rekomendasi.

Faktor Penentu Status Bencana Nasional

Penetapan bencana sebagai bencana nasional mempertimbangkan beberapa aspek penting, meliputi:

1. Jumlah Korban Jiwa dan Dampak Kerusakan

Semakin besar korban meninggal, luka berat, hilang, atau terdampak, semakin besar kemungkinan status bencana ditetapkan sebagai nasional.

2. Luas Wilayah Terdampak

Baca Juga: Penetapan Status Bencana Nasional untuk Banjir Bandang Sumatera Ada di Tangan Presiden

Jika bencana melanda lebih dari satu kabupaten, kota, atau bahkan provinsi, penanganannya tidak bisa lagi mengandalkan satu wilayah saja. Ini menjadi indikator kuat bencana berskala nasional.

3. Kapasitas Pemerintah Daerah

Apabila pemerintah daerah menyatakan tidak mampu menangani bencana karena keterbatasan logistik, dana, tenaga medis, atau akses, maka intervensi pusat diperlukan.

4. Dampak Jangka Panjang Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur

Kerusakan infrastruktur signifikan, terganggunya layanan publik, hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi, dapat memperkuat alasan penetapan status nasional.

5. Rekomendasi Lembaga Resmi

BNPB, kementerian terkait, hingga laporan lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan oleh Presiden.

Apa Dampaknya Jika Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional?

Penetapan status ini bukan hanya administratif, tetapi membawa perubahan besar dalam mekanisme penanganan, di antaranya:

Baca Juga: Pemerintah Buka Peluang Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Bencana Nasional

  • Pemerintah pusat mengambil alih koordinasi penanganan
  • Pembukaan peluang bantuan internasional
  • Penggunaan anggaran khusus penanggulangan bencana
  • Akses percepatan pembangunan ulang (rehabilitasi dan rekonstruksi)
  • Dukungan TNI, Polri, hingga lembaga lintas kementerian

Status ini memastikan proses penanganan berjalan lebih cepat, sistematis, dan terukur.

Apakah Semua Bencana Besar Perlu Status Nasional?

Tidak selalu. Pada beberapa kasus, meski bencana besar terjadi, pemerintah daerah masih mampu menanganinya dengan dukungan pusat tanpa perlu penetapan status nasional. Pemerintah biasanya menilai efektivitas koordinasi terlebih dahulu sebelum menambah status.

Karena itu, penetapan bencana nasional tidak hanya melihat skala kerusakan, tetapi kesiapan daerah dan kebutuhan intervensi besar dari pusat.

Dengan memahami mekanisme ini, masyarakat dapat melihat bahwa penanganan bencana bukan hanya soal skala kerusakan, tetapi juga koordinasi, tanggung jawab negara, dan bagaimana memastikan pemulihan terjadi secepat mungkin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.