Akurat

Cara Melatih Fokus Anak Autis agar Lebih Mudah Berkonsentrasi

Eko Krisyanto | 22 Januari 2026, 23:31 WIB
Cara Melatih Fokus Anak Autis agar Lebih Mudah Berkonsentrasi

AKURAT.CO Anak dengan spektrum autisme sering menghadapi tantangan dalam menjaga konsentrasi dan perhatian pada satu aktivitas dalam waktu yang cukup lama.

Namun, kemampuan fokus tetap bisa dilatih dengan pendekatan yang tepat, konsisten, dan penuh kesabaran.

Melatih fokus pada anak autis bukan sekadar membuat mereka duduk diam, melainkan membantu mereka memahami, merespons, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih terarah.

Lalu, bagaimana cara melatih fokus anak autis agar lebih mudah menjaga perhatiannya? Berikut penjelasan lengkap beserta langkah-langkah yang dapat diterapkan.

Mengapa Anak Autis Sulit Menjaga Fokus?

Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) memiliki perbedaan dalam cara kerja sistem saraf yang memengaruhi kemampuan berinteraksi sosial, berkomunikasi, serta merespons rangsangan dari lingkungan.

Perbedaan ini membuat anak autis lebih mudah terdistraksi oleh rangsangan sensorik seperti suara, cahaya, atau gerakan di sekitarnya.

Selain itu, anak autis umumnya sangat menyukai rutinitas. Ketika terjadi perubahan aktivitas atau lingkungan, mereka bisa merasa cemas dan kesulitan mempertahankan fokus.

Baca Juga: Anak Autis Masuk Sekolah Umum, Ini Persiapan yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Berbagai Cara Melatih Fokus Anak Autis

Setiap anak dengan spektrum autisme memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, melatih fokus tidak bisa menggunakan satu metode saja. Berikut beberapa cara yang dapat membantu meningkatkan kemampuan fokus anak autis secara bertahap:

1. Lakukan Terapi Okupasi

Terapi okupasi membantu anak melatih kemampuan motorik halus, koordinasi, dan kemandirian. Aktivitas seperti memegang pensil, menyusun balok, atau bermain mainan berukuran kecil dapat membantu anak belajar mengatur gerakan sekaligus meningkatkan fokus terhadap tugas.

2. Gunakan Pendekatan Sesuai Minat Anak

Anak autis cenderung lebih mudah fokus pada hal-hal yang mereka sukai. Orang tua dapat memanfaatkan minat tersebut sebagai media belajar, misalnya melalui permainan, musik, atau benda favorit anak, sehingga latihan fokus terasa lebih menyenangkan.

3. Latih Fokus dengan Stimulus Bunyi dan Visual

Rangsangan suara dan visual dapat membantu anak mengarahkan perhatiannya. Alat musik sederhana, lagu anak, gambar berwarna, atau video edukatif bisa digunakan untuk melatih anak mengikuti instruksi dan memperhatikan satu aktivitas dalam waktu tertentu.

4. Berikan Penguatan Positif

Setiap kali anak berhasil memperhatikan atau mengikuti arahan, berikan pujian, pelukan, atau hadiah kecil. Penguatan positif membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengulangi perilaku fokus tersebut.

5. Terapkan Rutinitas yang Teratur

Rutinitas yang konsisten membantu anak autis merasa aman dan lebih siap untuk beraktivitas. Jadwal tidur, makan, bermain, dan belajar yang teratur dapat membantu anak menjaga fokus lebih lama.

6. Ciptakan Lingkungan yang Tenang

Lingkungan yang terlalu ramai atau penuh gangguan dapat membuat anak sulit berkonsentrasi. Pastikan ruang belajar atau bermain memiliki pencahayaan yang nyaman, minim suara bising, dan bebas dari distraksi yang tidak perlu.

Baca Juga: Power Bank Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusinya

7. Manfaatkan Terapi Musik dan Seni

Aktivitas seni dan musik dapat membantu menenangkan emosi sekaligus melatih konsentrasi. Menggambar, mewarnai, atau mendengarkan musik bersama dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan fokus anak.

8. Ajak Anak Bergerak dan Berolahraga

Aktivitas fisik seperti berjalan, berlari kecil, bermain bola, atau senam ringan membantu anak mengelola energi dan emosi. Tubuh yang lebih rileks akan membuat anak lebih siap untuk fokus saat beraktivitas belajar.

9. Jaga Pola Tidur dan Asupan Gizi

Tidur yang cukup dan asupan makanan bergizi berperan penting dalam kemampuan konsentrasi anak. Pastikan anak tidur sekitar 8–10 jam per malam dan mengonsumsi makanan seimbang yang mendukung fungsi otak.

10. Gunakan Permainan Edukatif

Permainan seperti puzzle, lego, atau mencocokkan gambar dapat melatih daya pikir dan perhatian anak secara bertahap. Pilih permainan yang sesuai usia dan kemampuan agar anak tidak merasa tertekan.

11. Hindari Tekanan dan Stres Berlebih

Hindari memaksa anak untuk fokus terlalu lama. Jika anak terlihat lelah atau frustrasi, beri waktu istirahat agar ia dapat kembali tenang sebelum melanjutkan aktivitas.

12. Bangun Komunikasi yang Nyaman dan Konsisten

Panggil anak dengan namanya, jaga kontak mata, dan gunakan nada suara yang lembut. Komunikasi yang konsisten membantu anak memahami bahwa ia sedang diajak berinteraksi dan perlahan meningkatkan fokusnya.

13. Libatkan Dukungan Keluarga dan Profesional

Peran orang tua sangat penting, tetapi dukungan dari terapis, guru pendamping, dan psikolog anak juga tidak kalah penting. Terapi wicara, terapi perilaku, dan pendampingan profesional dapat membantu anak mengembangkan kemampuan fokus dan adaptasi sosial.

Melatih fokus pada anak dengan spektrum autisme membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan serta minat anak.

Baca Juga: Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran Rumah, Ini Cara Mencegahnya

Dengan dukungan keluarga dan bantuan profesional, kemampuan anak untuk berkonsentrasi, belajar, dan berinteraksi dapat berkembang secara bertahap dan optimal.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.