Akurat

5 Tips Membangun Hubungan Baik dengan Calon Anak Tiri

Ratu Tiara | 17 November 2025, 18:58 WIB
5 Tips Membangun Hubungan Baik dengan Calon Anak Tiri

AKURAT.CO Menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah memiliki anak memang punya tantangan tersendiri.

Mendekati calon anak tiri tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada proses, ada penyesuaian, dan ada banyak perasaan yang perlu dihormati.

Baca Juga: 5 Pesona Maria Anak Tiri Cesc Fabregas yang Sudah Gadis, YouTuber Juga

Sebelum mengenalkan diri sebagai calon orang tua baru, penting untuk memahami bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kedekatan kalian. Di antaranya:

  • Usia anak. Anak kecil biasanya lebih mudah menerima kehadiran orang baru, namun bukan berarti anak yang lebih besar tidak bisa diajak dekat. Pendekatannya saja yang berbeda.

  • Seberapa lama kamu mengenal anak. Semakin sering kalian bertemu dan berinteraksi, semakin besar peluang tercipta hubungan yang positif.

  • Durasi hubunganmu dengan pasangan. Jika semuanya terasa terlalu cepat, anak bisa mengira bahwa hubungan tersebut tidak dibangun dengan tulus.

  • Komunikasi antara pasanganmu dan mantannya. Hubungan yang sehat di antara mereka membuat anak lebih mudah menerima orang baru.

  • Seberapa banyak waktu yang kalian habiskan bersama. Momen inilah yang perlahan membuka ruang bagi kedekatan emosional.

Membangun hubungan baik tidak terjadi dalam semalam. Namun, ada beberapa langkah yang bisa membantu prosesnya berjalan lebih lancar.

Baca Juga: Merasa Dianggap Anak Tiri, Deddy Corbuzier: KPI Salah, Bisa Bubar Gak Bro?

1. Mulai dengan Sabar dan Tanpa Tekanan

Anak tidak langsung percaya atau menyukai orang baru yang hadir dalam hidupnya. Wajar jika mereka menunjukkan sikap dingin atau menjaga jarak.

Alih-alih memaksa mereka cepat menerima kamu, fokuslah untuk hadir sebagai sosok yang sabar, konsisten, dan tidak menuntut balasan instan. Anak akan membaca sikapmu, bukan kata-katamu. Ketika merasa aman, mereka akan mulai membuka diri.

2. Hormati Hubungan Anak dengan Orang tua Kandungnya

Jika pasanganmu seorang single parent, maka mantan suami/istri mereka tetap bagian dari kehidupan anak.

Sikap paling bijak yang bisa kamu lakukan adalah menghormati hubungan itu.
Biarkan anak menghabiskan waktu dengan ayah atau ibu kandungnya tanpa rasa bersalah.

Semakin kamu menghargai ruang tersebut, semakin besar peluang anak melihatmu sebagai sosok yang dewasa dan penuh pengertian.

3. Lihat dari Sudut Pandang Anak

Anak punya cara sendiri dalam memahami perubahan di hidupnya terutama jika sebelumnya mereka kehilangan orang tua karena perceraian atau kematian.

Cobalah melihat keadaan dari sisi mereka:

  • mereka kehilangan rutinitas

  • mereka kehilangan rasa aman

  • mereka takut sosok barunya menggantikan orangtua kandung

Dengan memahami perasaan itu, kamu bisa memberi dukungan yang tepat. Dengarkan mereka, dan beri ruang untuk mengekspresikan apa pun yang dirasakan.

4. Bangun Kedekatan Lewat Aktivitas Menyenangkan

Ikatan tidak tumbuh dari kalimat-kalimat manis, tapi dari pengalaman bersama.

Cobalah cari tahu apa yang mereka suka, lalu ajak melakukan aktivitas:

  • bermain di taman

  • memasak bareng

  • olahraga ringan

  • menonton film keluarga

Tidak perlu berlebihan. Yang penting adalah menciptakan momen nyaman agar anak merasa bahwa kamu bukan ancaman melainkan teman baru yang bisa dipercaya.

5. Jelaskan Peranmu dengan Jelas dan Jujur

Anak sering kali salah paham dan mengira bahwa kehadiran orang tua tiri artinya menggantikan posisi ayah atau ibu kandung. Itu sebabnya komunikasi sejak awal sangat penting.

Sampaikan dengan cara yang sederhana bahwa:

  • kamu hadir untuk menemani bukan mengambil tempat orang tuanya

  • kamu ingin menjadi bagian dari hidup mereka, bukan menghapus masa lalu mereka

Sikap terbuka seperti ini bisa mengurangi kecemasan anak dan membuka peluang hubungan yang lebih sehat.

Mendekati calon anak tiri membutuhkan kesabaran, empati, dan konsistensi.

Kamu tidak perlu menjadi sosok yang sempurna cukup hadir sebagai pribadi yang tulus, mau mendengar, dan menghargai perasaan anak.

Jika proses ini dijalani dengan perlahan dan penuh pengertian, hubungan yang terbangun bukan hanya sekadar baik, tapi benar-benar kuat layaknya keluarga utuh.

Setiap usaha kecilmu hari ini akan menjadi fondasi bagi kehidupan keluarga yang harmonis di masa depan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R