Akurat

10 Tanda-tanda Puber pada Anak Perempuan yang Harus Diketahui Orang Tua

Eko Krisyanto | 9 November 2025, 18:04 WIB
 10 Tanda-tanda Puber pada Anak Perempuan yang Harus Diketahui Orang Tua
 
AKURAT.CO Pubertas merupakan masa penting dalam tumbuh kembang seorang anak perempuan yang menandai peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja. Pada fase ini terjadi berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang dapat berlangsung secara bertahap.
 
Sebagai orang tua harus memahami proses ini karena penting untuk memberikan dukungan moral dan mengenali perkembangan anak berjalan dengan normal atau memerlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan.
 
Menurut Family Doctor, masa pubertas pada anak perempuan biasanya dimulai antara usia 8 hingga 13 tahun.
 
Tubuh mulai memproduksi hormon yang memicu perubahan bentuk tubuh, pertumbuhan rambut halus, hingga datangnya menstruasi pertama. 
 
Pubertas adalah waktu di mana tubuh anak mulai matang secara seksual dan mempersiapkan diri untuk masa remaja. Perubahan ini bisa berbeda pada setiap anak, tergantung pada faktor genetik, gizi, dan lingkungan. 
 
Kondisi ini menjelaskan mengapa sebagian anak mengalami pubertas lebih awal atau lebih lambat dibandingkan teman sebayanya.
 
Orang tua perlu mengetahui tanda-tanda utama pubertas agar dapat memberikan bimbingan dengan cara yang tepat.
 
 
10 tanda-tanda puber pada anak perempuan yang perlu diketahui orang tua.

1. Mulainya pertumbuhan payudara

Salah satu tanda pertama pubertas adalah munculnya tunas payudara yang biasanya terjadi pada usia 8 hingga 13 tahun. Ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon estrogen dalam tubuh anak perempuan.

2. Pertumbuhan rambut di area tubuh tertentu

Rambut halus mulai tumbuh di area ketiak dan kemaluan. Rambut ini menjadi lebih tebal dan gelap, menunjukkan perkembangan hormon yang semakin aktif.

3. Perubahan pada kulit dan munculnya jerawat

Aktivitas hormon yang meningkat membuat produksi minyak di kulit bertambah. Anak perempuan rentan mengalami jerawat atau kulit berminyak selama masa pubertas.

4. Meningkatnya keringat dan bau tubuh

Kelenjar keringat menjadi lebih aktif sehingga menyebabkan aroma tubuh lebih kuat. Ini adalah waktu yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan penggunaan deodoran.

5. Perubahan bentuk tubuh dan distribusi lemak

Tubuh anak perempuan mulai membentuk lekuk di bagian pinggul dan payudara karena peningkatan lemak tubuh. Hal ini adalah bagian alami dari perkembangan menuju kematangan fisik.

6. Pertumbuhan tinggi badan yang cepat

Anak perempuan biasanya mengalami lonjakan tinggi badan yang cepat sebelum menstruasi pertama. Fase pertumbuhan ini bisa berlangsung selama dua hingga tiga tahun.

7. Datangnya menstruasi pertama

Menstruasi adalah tanda bahwa tubuh anak perempuan telah mencapai tahap kematangan organ reproduksi. Biasanya terjadi dua tahun setelah payudara mulai tumbuh.

8. Perubahan suasana hati dan emosi

Hormon yang meningkat dapat memengaruhi suasana hati anak. Mereka bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau cepat sedih tanpa alasan yang jelas.
 

9. Perubahan cara berpikir dan kesadaran diri terhadap tubuh

Anak mulai lebih sadar terhadap penampilan dan bisa membandingkan dirinya dengan orang lain. Pada fase ini, penting bagi orang tua untuk membangun citra diri yang positif pada anak.

10 Kebutuhan privasi dan perubahan sosial

Anak perempuan mulai menginginkan ruang pribadi lebih banyak dan mulai tertarik pada interaksi sosial yang berbeda. Ini adalah tanda bahwa mereka sedang belajar mengenali identitas diri dan kemandirian.
 
Perubahan-perubahan ini merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang dan setiap anak bisa mengalami waktu dan intensitas yang berbeda.
 
Orang tua perlu memperhatikan bila pubertas terjadi terlalu dini atau terlambat, serta memberikan dukungan dengan komunikasi yang terbuka dan empati.
 
Dengan bimbingan yang lembut dan pengetahuan yang tepat, pubertas akan menjadi momen penting bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, kuat, dan bahagia.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R