Akurat

Gowok, Tradisi Unik Masyarakat Jawa di Masa Lalu

Wahyu SK | 7 Juni 2025, 09:15 WIB
Gowok, Tradisi Unik Masyarakat Jawa di Masa Lalu

AKURAT.CO Tradisi gowok adalah kebiasaan kuno yang pernah berkembang di tengah-tengah masyarakat Jawa pada masa lalu.

Tradisi gowok banyak dijalankan di wilayah seperti Banyumas, Purworejo dan Blora.

Dilakukan oleh seorang perempuan terlatih, gowok berfungsi sebagai pendidikan rumah tangga dan seks calon suami yang masih remaja.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kalian untuk Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya Daerah Kalian? Perhatikan Tips Efektif Ini!

Wanita Tionghoa bernama Goo Wok Niang disebut menjadi asal usul hadirnya istilah "gowok" di Jawa pada awal abad ke-15.

Bersama rombongan Laksamana Cheng Ho, Goo Wok Niang membawa tradisi rumah tangga dan seksualitas yang diadopsi masyarakat Jawa sebagai gowok.

Pendidikan yang diberikan oleh gowok mencakup pengetahuan tentang hubungan suami istri, teknik dalam berhubungan seksual serta keterampilan rumah tangga.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menumbuhkan Sikap Hormat terhadap Tradisi atau Budaya Masyarakat Indonesia? Catat 5 Poin Penting Ini

Seorang gowok harus memiliki pengetahuan rumah tangga yang baik, kesabaran dan kemampuan mengendalikan diri agar tidak melanggar batas moral.

Biasanya, gowok akan memberikan pembelajaran selama satu minggu kepada anak laki-laki yang akan menikah "nyantrik."

Selama masa ini, gowok bertingkah seperti seorang istri dan menantu demi mengajarkan segala hal yang diperlukan untuk menjadi suami yang baik.

Baca Juga: Bukan Sekadar Indah, Ini Arti Tradisi Lampion Saat Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Apabila masa pendidikan telah selesai, maka gowok akan melaporkan hasilnya kepada orang tua si anak tersebut.

Biasanya, setelah orang tua sang anak menyetujui, pesta pernikahan baru akan diselenggarakan setelah anak dinyatakan benar-benar siap.

Meski tradisi ini kini sudah punah, jejaknya tetap hidup sebagai warisan budaya berharga. Yang mengajarkan kita bahwa persiapan menuju pernikahan bukan sekadar ritual melainkan sebuah perjalanan sakral penuh makna dalam budaya masyarakat yang tak lekang oleh waktu.

Baca Juga: Piknik Keluarga di Ragunan: Tradisi Lebaran yang Tak Tergantikan

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK