Orang Tua Wajib Tahu! Diam-diam Anak Dewasa Mengungkap Rasa Kecewa Tanpa Bicara dengan 9 Cara Ini

AKURAT.CO Sebagai orang tua, tujuan kita adalah memberikan lingkungan yang penuh kasih dan dukungan untuk anak-anak.
Idealnya, hubungan yang terbentuk didasarkan pada rasa saling menghormati, pengertian dan perhatian.
Namun, tidak semua hubungan orang tua dan anak memenuhi harapan tersebut.
Rasa sakit hati yang tertinggal dari masa kecil dapat terbawa hingga dewasa, menyebabkan dinamika yang tegang dan sulit untuk diperbaiki.
Baca Juga: Anak Selalu Meniru Apa yang Orang Tua Lakukan
Dikutip dari situs Small Businesses Bonfire, Senin (23/12/2024), berikut ini tanda-tanda psikologis yang menunjukkan bahwa anak dewasa Anda mungkin masih menyimpan rasa sakit hati yang belum terselesaikan.
Memahami tanda-tanda ini adalah langkah awal untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan Anda.
1. Menjaga jarak
Anak dewasa yang menjaga jarak dengan orang tua mungkin tidak sering menghubungi atau bertemu.
Mereka cenderung menahan diri untuk berbagi tentang kehidupan pribadi atau perasaan mereka.
Meskipun mereka mungkin tampak hadir secara fisik, interaksi mereka terasa datar dan tidak hangat.
Hal ini bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau masalah yang belum terselesaikan, yang mereka pilih untuk tidak hadapi secara langsung.
Baca Juga: Sejumlah Tips yang Bisa Orang Tua Lakukan untuk Bantu Anak Kerjakan PR Sekolah
2. Bersikap pasif-agresif
Anak dewasa yang bersikap pasif-agresif sering menyampaikan ketidakpuasan mereka dengan cara yang tidak langsung.
Mereka mungkin memberikan komentar sarkastik atau sinis, atau bahkan melupakan perayaan penting seperti ulang tahun atau acara keluarga.
Ini adalah cara mereka mengungkapkan frustrasi tanpa harus berbicara secara terbuka atau mengungkapkan perasaan mereka secara langsung.
3. Menunjukkan kemandirian berlebihan
Kemandirian yang sehat adalah hal positif, namun jika anak dewasa terlalu berlebihan dalam menolak bantuan meskipun mereka membutuhkan, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka ingin menjaga jarak emosional.
Mereka mungkin merasa lebih nyaman mengatasi masalah mereka sendiri dan tidak melibatkan orang tua dalam pencapaian atau momen penting dalam hidup mereka.
Ini sering kali berakar pada keinginan untuk menghindari rasa sakit atau kekecewaan yang bisa muncul dari keterlibatan emosional.
Baca Juga: Tips Bagi Orang Tua agar Anak Aktif Berolahraga
4. Menghindari percakapan emosional
Anak dewasa yang menghindari percakapan emosional cenderung mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih ringan atau humor.
Ketika pembicaraan menyentuh perasaan atau kenangan masa lalu, mereka mungkin segera mengubah topik untuk menghindari kerentanannya.
Ini adalah mekanisme pertahanan yang mereka gunakan untuk menghindari perasaan yang dapat membuat mereka cemas atau merasa sakit.
5. Enggan berbagi pencapaian
Jika anak dewasa enggan berbagi pencapaian besar dalam hidup mereka, seperti promosi kerja atau perubahan signifikan, ini bisa menjadi tanda ketidaknyamanan atau ketakutan akan penilaian.
Mereka mungkin merasa bahwa berbagi pencapaian akan membuka luka lama atau menarik perhatian pada diri mereka yang tidak diinginkan, sehingga mereka memilih untuk tetap diam tentang hal-hal tersebut.
Baca Juga: TikTok dan SEJIWA Foundation Ajak Orang Tua Dampingi Remaja di Dunia Digital
6. Jarang menghubungi
Anak dewasa yang jarang menghubungi orang tua, atau hanya merespons setelah dihubungi, mungkin menunjukkan bahwa mereka sedang menarik diri secara emosional.
Meskipun ada kalanya komunikasi berkurang, jika ini terjadi secara konsisten, bisa jadi mereka merasa tidak nyaman atau lebih memilih untuk menjaga jarak.
Pola komunikasi ini bisa menjadi tanda bahwa mereka lebih memilih hidup dengan sedikit keterlibatan emosional.
7. Bersikap terlalu formal
Ketika anak dewasa mulai berbicara dengan sangat formal, menggunakan panggilan atau bahasa yang lebih kaku, itu bisa menjadi tanda adanya ketidaknyamanan dalam hubungan mereka dengan orang tua.
Mereka mungkin ingin menjaga hubungan lebih profesional atau terbatas pada hal-hal praktis, tanpa melibatkan perasaan atau kehangatan dalam interaksi sehari-hari.
Ini bisa mencerminkan keinginan untuk menjaga batasan emosional yang lebih tegas.
Baca Juga: Dukung Perkembangan Bicara Anak: IDAI Tekankan Pentingnya Stimulasi dari Orang Tua
8. Mengabaikan nasihat
Anak dewasa yang mengabaikan atau menanggapi nasihat orang tua dengan cara yang menantang atau kontradiktif bisa merasa bahwa saran orang tua tidak relevan dengan situasi mereka saat ini.
Mereka mungkin merasa bahwa mereka lebih baik mengambil keputusan sendiri, meskipun itu bisa mengarah pada ketegangan.
Penolakan terhadap nasihat ini bisa mencerminkan keinginan untuk menunjukkan kemandirian, serta keinginan untuk tidak dikendalikan atau dikritik.
9. Mengecualikan Anda dari keputusan besar
Jika anak dewasa tidak melibatkan orang tua dalam keputusan besar, seperti memilih pekerjaan baru, pindah rumah atau hal-hal penting lainnya, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka ingin menetapkan batasan yang lebih jelas dalam hubungan.
Mereka mungkin memberitahukan orang tua tentang keputusan besar tersebut hanya setelah semuanya selesai, yang bisa terasa menyakitkan.
Meski demikian, hal ini sering kali lebih tentang kebutuhan mereka untuk merasa lebih mandiri daripada tentang ketidaksukaan terhadap orang tua.
Baca Juga: Penelitian: 7 dari 10 Orang Tua Merasa Anak Meniru Kebiasaan Marah Mereka
Memahami tanda-tanda rasa sakit hati ini adalah langkah pertama untuk memperbaiki hubungan dengan anak dewasa Anda.
Meski masa lalu tidak bisa diubah, komunikasi terbuka, empati dan kesabaran dapat membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik.
Ingat, perilaku ini tidak selalu berarti ada rasa sakit hati yang mendalam, tetapi bisa menjadi sinyal perlunya percakapan jujur untuk mengatasi masalah yang mendasarinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









