Bagaimana Hubungan antara DPR, MK, Presiden, dan MPR di Indonesia dalam Sistem Pemerintahan?

AKURAT.CO Sistem pemerintahan Indonesia didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan yang melibatkan beberapa lembaga utama, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mahkamah Konstitusi (MK), Presiden, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Setiap lembaga memiliki peran dan fungsi yang berbeda namun saling berhubungan untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan baik.
Artikel ini akan menjelaskan hubungan antara DPR, MK, Presiden, dan MPR dalam sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan penelitian dari jurnal ilmiah universitas di dalam dan luar negeri.
1. Peran dan Fungsi DPR
DPR adalah lembaga legislatif yang bertugas membuat undang-undang, mengawasi pelaksanaan undang-undang, dan menyusun anggaran negara.
Penelitian dari Universitas Indonesia (UI) menunjukkan bahwa DPR memiliki peran penting dalam mengontrol kinerja eksekutif dan memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan kepentingan rakyat.
DPR juga memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat sebagai alat pengawasan terhadap pemerintah.
2. Peran dan Fungsi MK
MK adalah lembaga yudikatif yang bertugas mengadili perkara konstitusi, termasuk menguji undang-undang terhadap UUD 1945, memutus sengketa kewenangan lembaga negara, dan memutus pembubaran partai politik.
Penelitian dari Harvard University mengungkapkan bahwa MK berperan sebagai penjaga konstitusi dan memastikan bahwa semua tindakan pemerintah sesuai dengan hukum dasar negara.
MK juga berfungsi sebagai pengadilan terakhir dalam sengketa hasil pemilihan umum.
3. Peran dan Fungsi Presiden
Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang bertugas menjalankan undang-undang dan memimpin pemerintahan sehari-hari.
Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan bahwa dalam sistem presidensial, presiden memiliki kekuasaan eksekutif yang luas namun tetap harus bekerja sama dengan DPR dalam pembuatan undang-undang dan pengawasan.
Presiden juga memiliki wewenang untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) dalam keadaan genting.
4. Peran dan Fungsi MPR
MPR adalah lembaga legislatif yang terdiri dari anggota DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). MPR bertugas mengubah dan menetapkan UUD 1945, melantik presiden dan wakil presiden, serta memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya jika terbukti melanggar hukum. Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa MPR berperan sebagai lembaga tertinggi negara yang menjaga kedaulatan rakyat dan konstitusi.
5. Hubungan Antarlembaga
Hubungan antara DPR, MK, Presiden, dan MPR diatur berdasarkan prinsip checks and balances untuk memastikan tidak ada lembaga yang memiliki kekuasaan absolut.
Penelitian dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan bahwa hubungan ini melibatkan kerja sama dan pengawasan yang ketat.
Misalnya, DPR dan MPR berperan dalam pembuatan undang-undang dan mengawasi kinerja presiden, sementara MK mengadili sengketa konstitusi dan memastikan tindakan pemerintah sesuai dengan UUD 1945.
Kesimpulan
Hubungan antara DPR, MK, Presiden, dan MPR dalam sistem pemerintahan Indonesia didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan dan checks and balances.
DPR berperan dalam pembuatan undang-undang dan pengawasan, MK sebagai penjaga konstitusi, Presiden sebagai pelaksana undang-undang dan kepala pemerintahan, serta MPR sebagai lembaga tertinggi yang menjaga kedaulatan rakyat dan konstitusi.
Kerja sama dan pengawasan antarlembaga ini penting untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan baik dan sesuai dengan hukum dasar negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









