Akurat

DPR Usulkan Pelarangan Penggunaan Gawai dan Internet bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Paskalis Rubedanto | 9 Februari 2025, 10:51 WIB
DPR Usulkan Pelarangan Penggunaan Gawai dan Internet bagi Anak di Bawah 16 Tahun

AKURAT.CO Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan pelarangan total penggunaan gawai dan akses internet bagi anak di bawah usia 16 tahun, bukan sekadar pembatasan.

Usulan ini meniru aturan ketat penggunaan gawai yang telah diterapkan di pesantren.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai maraknya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak-anak sudah sangat memprihatinkan.

Banyak orang tua kesulitan mengontrol anak-anak mereka dalam menggunakan perangkat tersebut.

"Pemerintah harus tegas dalam mengatur penggunaan gawai dan akses internet. Saya usulkan bukan hanya pembatasan, tapi pelarangan secara tegas," ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulis, Minggu (9/2/2025).

Baca Juga: DPRD DKI Minta ASN Tak Gunakan LPG 3 Kg: Bukan Sasaran Subsidi

Menurut Oleh, jika hanya diberlakukan pembatasan, aturan tersebut masih bisa diakali oleh anak-anak.

"Misalnya, jika pembatasan hanya berlaku bagi anak di bawah 16 tahun, anak berusia 14 tahun masih bisa meminjam akun temannya yang lebih tua," jelas legislator asal Dapil Jawa Barat XI itu.

Ia juga menyoroti kemungkinan anak menggunakan akun palsu untuk mengakses internet.

"Kalau pembatasan hanya berdasarkan akun, anak bisa membuat atau meminjam akun lain. Hari ini kita bisa memiliki satu akun asli di media sosial, tapi juga bisa memiliki ratusan akun palsu," tambahnya.

Oleh mengusulkan agar aturan pelarangan penggunaan gawai dan internet bagi anak di bawah 16 tahun diterapkan dalam waktu-waktu tertentu. Ia yakin kebijakan ini bisa berjalan dengan baik.

"Pelarangan seperti ini sudah diterapkan di banyak pondok pesantren. Jika orang tua ingin menghubungi anaknya, mereka bisa melakukannya melalui pengurus atau ustaz yang bertanggung jawab," terangnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut terbukti efektif dalam membangun karakter anak dan meningkatkan fokus belajar mereka.

Baca Juga: Tiga Pertimbangan Prabowo Sebelum Reshuffle Kabinet: Subjektivitas, Kinerja, dan Faktor Politik

"Hasilnya sangat maksimal. Anak-anak jadi lebih fokus dalam belajar dan perkembangan karakter mereka juga lebih baik," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.