Akurat

Bagaimana Proses Terjadinya Siklus Air pada Hidrosfer, Pahami 6 Hal Berikut!

Sultan Tanjung | 27 November 2024, 10:00 WIB
Bagaimana Proses Terjadinya Siklus Air pada Hidrosfer, Pahami 6 Hal Berikut!

AKURAT.CO Siklus air atau siklus hidrologi adalah proses alami yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi.

Siklus ini menggambarkan pergerakan air di antara lautan, atmosfer, dan daratan.

Memahami siklus air membantu kita mengelola sumber daya air dengan lebih baik dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Artikel ini akan menjelaskan proses terjadinya siklus air pada hidrosfer berdasarkan penelitian dari jurnal ilmiah universitas di dalam dan luar negeri.

1. Penguapan (Evaporasi)

Proses siklus air dimulai dengan penguapan air dari permukaan laut, danau, sungai, dan sumber air lainnya.

Radiasi matahari memanaskan air, menyebabkan molekul-molekul air berubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.

Penelitian dari Universitas Sumatera Utara menunjukkan bahwa penguapan adalah langkah awal yang penting dalam siklus air karena mengubah air dari bentuk cair menjadi gas.

2. Transpirasi

Selain penguapan, transpirasi dari tumbuhan juga berkontribusi pada jumlah uap air di atmosfer.

Tumbuhan melepaskan uap air melalui stomata pada daun mereka.

Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan bahwa transpirasi memainkan peran penting dalam siklus air, terutama di daerah hutan tropis yang memiliki vegetasi lebat.

3. Kondensasi

Uap air yang naik ke atmosfer akan mengalami pendinginan dan berubah menjadi tetesan air kecil melalui proses kondensasi.

Tetesan ini berkumpul membentuk awan.

Penelitian dari Harvard University menunjukkan bahwa kondensasi adalah proses kunci yang mengubah uap air kembali menjadi bentuk cair, memungkinkan pembentukan awan dan presipitasi.

4. Presipitasi

Ketika awan tidak dapat menahan beban air, air akan jatuh kembali ke permukaan bumi sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, atau hujan es.

Penelitian dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan bahwa presipitasi adalah cara utama air kembali ke permukaan bumi, mengisi kembali sumber air seperti sungai, danau, dan akuifer.

5. Infiltrasi dan Perkolasi

Setelah mencapai permukaan bumi, air hujan akan meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi.

Sebagian air akan bergerak lebih dalam ke dalam tanah melalui perkolasi, mengisi akuifer dan sumber air bawah tanah.

Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa infiltrasi dan perkolasi adalah proses penting yang membantu mengisi kembali sumber air tanah dan menjaga keseimbangan air di ekosistem.

6. Aliran Permukaan dan Kembali ke Laut

Air yang tidak meresap ke dalam tanah akan mengalir di permukaan sebagai aliran permukaan, menuju sungai, danau, dan akhirnya kembali ke laut.

Penelitian dari Universitas Indonesia (UI) menunjukkan bahwa aliran permukaan adalah bagian akhir dari siklus air yang mengembalikan air ke lautan, memulai siklus kembali.

Kesimpulan

Siklus air pada hidrosfer adalah proses berkelanjutan yang melibatkan penguapan, transpirasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, perkolasi, dan aliran permukaan.

Setiap tahap dalam siklus ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan air di bumi dan mendukung kehidupan.

Memahami siklus air membantu kita mengelola sumber daya air dengan lebih baik dan menjaga ekosistem yang sehat. Dengan demikian, pengetahuan tentang siklus air sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan di bumi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.