Akurat

Pengakuan Selebgram Bongkar Perselingkuhan Suami Saat Umroh, Ini Dampak pada Kondisi Psikologis Anak

Azhar Ilyas | 6 November 2024, 23:15 WIB
Pengakuan Selebgram Bongkar Perselingkuhan Suami Saat Umroh, Ini Dampak pada Kondisi Psikologis Anak

AKURAT.CO Belakangan ini, publik digemparkan oleh pengakuan selebgram Siti Septi Apriyanti, yang mengungkap perselingkuhan suaminya, Bimo Aryo Tejo, melalui akun Instagram @arie_rieyanthie.

Diketahui, perselingkuhan tersebut terjadi ketika Siti sedang menjalani ibadah umroh pada Oktober lalu.

Ironisnya, orang pertama yang mengetahui perselingkuhan tersebut adalah putra sulungnya yang baru berusia 14 tahun.

Kasus ini mengundang perhatian publik, terutama mengenai dampak emosional dan psikologis yang dirasakan anak dalam keluarga yang terlibat perselingkuhan.

Penting untuk memahami bagaimana situasi seperti ini dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak. Berikut beberapa dampak umum perselingkuhan orang tua terhadap anak:

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Baru Kasus Judi Online Libatkan Oknum Pegawai Komdigi

1. Kehilangan Kepercayaan

Anak yang mengetahui perselingkuhan orang tua cenderung mengalami kehilangan kepercayaan. Mereka mungkin merasa bahwa orang-orang terdekat dapat berbohong atau mengkhianati mereka.

Kehilangan rasa percaya ini dapat menyulitkan mereka dalam membangun hubungan yang sehat dan stabil di masa depan.

2. Perasaan Marah dan Bingung 

Anak-anak, terutama remaja, sering merasakan kemarahan, kebingungan, dan kekecewaan ketika menyadari adanya perselingkuhan. Mereka mungkin merasa dikhianati oleh orang yang seharusnya mereka percayai.

Perasaan negatif ini dapat bertambah parah jika orang tua membicarakan pasangan selingkuh dengan emosi berlebihan, sehingga anak menyerap ketegangan tersebut.

3. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Rasa malu dan cemas akibat perselingkuhan orang tua sering membuat anak menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak-anak yang sebelumnya ceria bisa menjadi lebih pendiam dan enggan berinteraksi dengan teman-teman mereka, merasa bahwa situasi keluarga adalah sesuatu yang memalukan.

4. Kecemasan Akan Perpisahan

Baik anak kecil maupun remaja sering merasa cemas akan kemungkinan perpisahan antara orang tua mereka setelah perselingkuhan terungkap. Kecemasan ini dapat terlihat dalam bentuk perilaku lebih manja, sensitif, atau bahkan sering menangis saat ada anggota keluarga yang pergi.

5. **Dampak pada Kinerja Akademis**
Stres akibat konflik di rumah bisa mengganggu konsentrasi anak dalam belajar. Ketegangan antara orang tua dapat menciptakan suasana yang tidak nyaman di rumah, mempengaruhi kesehatan mental anak dan menurunkan prestasi akademis mereka.

6. **Perilaku Menyimpang**
Beberapa anak mungkin melampiaskan perasaan negatif akibat perselingkuhan melalui perilaku menyimpang, seperti penyalahgunaan narkoba atau alkohol. Mereka mencari pelarian untuk mengatasi rasa sakit emosional tanpa memahami konsekuensinya.

7. **Pandangan Negatif Terhadap Hubungan Romantis**
Anak yang menyaksikan perselingkuhan orang tua bisa mengembangkan pandangan negatif terhadap komitmen dan kesetiaan dalam hubungan. Bahkan, risiko untuk meniru perilaku serupa di masa depan juga meningkat.

Peristiwa seperti ini mengingatkan pentingnya dukungan emosional bagi anak dalam situasi keluarga yang kompleks. Selain dampak jangka pendek, efek psikologis dari perselingkuhan dapat bertahan hingga mereka dewasa, memengaruhi hubungan dan kepercayaan diri mereka di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.