Bentuk Keluarga dengan Taemwork yang Kuat

AKURAT.CO Masih banyak keluarga di dunia ini yang belum mengetahui bagaimana caranya untuk bisa membentuk keluarga yang sehat baik secara fisik maupun mental.
Bahkan terkadang, pasangan yang baru menikah tidak memiliki konsep dalam membentuk sebuah keluarga yang sehat sehingga harus berakhir dengan perceraian, KDRT, perselingkuhan, kemudian anak yang dipaksa menjadi tulang punggung keluarga dan lain sebagainya.
Kebanyakan orang hanya mengetahui soal toxic relationship entah itu dalam hubungan pacaran atau hubungan suami-istri, tapi kebanyakan dari kita jarang mengetahui perihal toxic family dimana hubungan antar sesama keluarga menghasilkan relasi yang tidak sehat entah secara mental, pikiran, maupun fisik.
Baca Juga: P2WKSS Diharapkan Meningkatkan Kualitas Kehidupan Keluarga Sehat
Bangun mental teamwork yang kuat dalam keluarga, hal ini tentu saja dimulai dari suami-istri terlebih dahulu baru.
Bangun kekompakan dalam mendidik anak, misalnya kompak dalam urusan memberikan izin ke anak mengenai apa yang patut dilarang dan apa yang diperbolehkan, antara ibu dan ayah tentu harus satu suara, hal ini tentu saja untuk mencegah kebingungan yang dialami anak jika ada dua perintah yang berbeda yang ia terima antar kedua orang tuanya. Kompak mengenai pembagian tugas dalam mengurus rumah.
Kekompakan tidak terlahir begitu saja, kekompakan dibentuk melalui komunikasi yang baik.
Baca Juga: Jangan Ketergantungan Bansos, KPM Harus Naik Kelas Jadi Keluarga Mandiri
Seperti yang pernah saya ceritakan di awal, bahwa ayah saya mengetahui aturan pola makan sehat yang saya terapkan, sehingga ayah saya pun turut berupaya untuk menjaga aturan itu. Selain kekompakan dan komunikasi yang baik, ini juga mengenai DISIPLIN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









