Akurat

Bagaimana Cara Menanggulangi Sampah Anorganik dan Organik hingga B3?

Sultan Tanjung | 5 Agustus 2024, 14:50 WIB
Bagaimana Cara Menanggulangi Sampah Anorganik dan Organik hingga B3?

AKURAT.CO Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling mendesak di dunia saat ini.

Di Indonesia, sampah dibagi menjadi tiga kategori utama: sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Pengelolaan yang tidak tepat terhadap ketiga jenis sampah ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius.

Artikel ini akan membahas berbagai cara untuk menanggulangi sampah anorganik, organik, dan B3 berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah dan sumber akademis sebagaimana dilansir dari situs resmi KLHK RI.

1. Pengelolaan Sampah Organik

Sampah organik berasal dari makhluk hidup dan dapat terurai secara alami.

Contohnya termasuk sisa makanan, daun, dan kotoran hewan. Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola sampah organik:

  • Pengomposan: Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang berguna sebagai pupuk alami. Proses pengomposan melibatkan dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme, menghasilkan humus yang kaya nutrisi.
  • Biogas: Sampah organik juga dapat diolah menjadi biogas melalui proses fermentasi anaerobik. Biogas ini dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk memasak atau menghasilkan listrik.

2. Pengelolaan Sampah Anorganik

Sampah anorganik sulit terurai dan sering kali mencemari lingkungan. Contohnya termasuk plastik, kaca, dan logam.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola sampah anorganik:

  • Daur Ulang: Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dapat didaur ulang menjadi produk baru. Proses daur ulang membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan menghemat sumber daya alam.
  • Penggunaan Kembali: Barang-barang anorganik yang masih layak pakai dapat digunakan kembali. Misalnya, botol kaca dapat digunakan kembali untuk menyimpan bahan makanan atau minuman.

3. Pengelolaan Sampah B3

Sampah B3 mengandung bahan berbahaya dan beracun yang memerlukan penanganan khusus.

Contohnya termasuk baterai, obat-obatan, dan limbah kimia. Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola sampah B3:

  • Stabilisasi/Solidifikasi: Proses ini melibatkan penambahan bahan tertentu untuk mengubah sifat fisik dan kimia limbah B3, sehingga mengurangi daya racunnya sebelum dibuang.
  • Bioremediasi: Teknologi ini menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan limbah B3 secara alami. Proses ini efektif untuk mengatasi pencemaran tanah dan air oleh limbah B3.
  • Insinerasi: Pembakaran limbah B3 pada suhu tinggi dapat mengurangi volume dan daya racunnya. Namun, proses ini memerlukan pengontrolan ketat untuk mencegah pencemaran udara oleh gas beracun.

Kesimpulan

Menanggulangi sampah anorganik, organik, dan B3 memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terpadu.

Pengomposan dan biogas adalah cara efektif untuk mengelola sampah organik, sementara daur ulang dan penggunaan kembali dapat mengurangi dampak sampah anorganik.

Untuk sampah B3, metode seperti stabilisasi/solidifikasi, bioremediasi, dan insinerasi diperlukan untuk mengurangi risiko pencemaran.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, kita dapat mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.