Akurat

Mengapa Pancasila Disebut sebagai Ideologi Terbuka dan Tidak Eksklusif?

Sultan Tanjung | 2 Agustus 2024, 11:40 WIB
Mengapa Pancasila Disebut sebagai Ideologi Terbuka dan Tidak Eksklusif?

AKURAT.CO Pancasila, sebagai dasar ideologi negara Indonesia, memiliki peran sentral dalam membentuk identitas dan arah pembangunan bangsa.

Sebagaimana dirangkum dari buku “Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara” oleh Eka Periaman Zai, S.H., M.Pd, salah satu karakteristik yang membedakan Pancasila adalah sifatnya yang terbuka dan inklusif.

Artikel ini akan menggali lebih dalam mengapa Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka dan mengapa hal ini penting bagi keberagaman dan persatuan Indonesia.

1. Menerima Nilai-Nilai Universal

Pancasila tidak eksklusif terhadap satu agama atau budaya tertentu.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diakui sebagai nilai-nilai universal yang dapat diadopsi oleh berbagai kelompok agama, suku, dan budaya yang berbeda di Indonesia.

Dengan demikian, Pancasila mencerminkan inklusivitas dan pluralitas.

2. Fleksibilitas dalam Interpretasi

Pancasila memiliki lima sila atau pilar yang menjadi panduan bagi negara dan bangsa Indonesia.

Setiap sila dapat diinterpretasikan dengan cara yang berbeda sesuai dengan konteks dan kebutuhan zaman.

Hal ini memungkinkan Pancasila untuk tetap relevan dan adaptif seiring perubahan sosial dan politik.

3. Terbuka untuk Perubahan dan Perkembangan

Pancasila dapat berkembang seiring waktu dan mengakomodasi perubahan zaman.

Jika ada kebutuhan untuk mengubah atau menyesuaikan isi dari Pancasila, hal ini dapat dilakukan melalui proses konstitusional yang sesuai, seperti amandemen UUD 1945.

4. Memungkinkan Adopsi Nilai-Nilai Lokal

Pancasila tidak menghalangi pengakuan dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat lokal di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan demikian, Pancasila dapat diimplementasikan secara konkret dalam berbagai konteks sosial dan budaya yang berbeda.

5. Dapat Digunakan sebagai Landasan Bersama

Pancasila berfungsi sebagai landasan bersama bagi semua warga negara Indonesia, tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, atau golongan.

Hal ini membantu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam keragaman Indonesia.

Kesimpulan

Pancasila, sebagai ideologi terbuka, mencerminkan inklusivitas, pluralitas, dan adaptabilitas.

Sifatnya yang tidak eksklusif memungkinkan Pancasila menjadi pegangan bersama bagi seluruh warga negara Indonesia, menjembatani perbedaan dan memperkuat persatuan dalam keragaman.

Oleh karena itu, Pancasila tetap relevan dan relevan sepanjang masa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.