Studi: Remaja Putri Habiskan 5 Jam Sehari Berselancar di Medsos

AKURAT.CO Beberapa remaja putri menghabiskan lebih dari lima jam sehari dalam menggunakan ponsel pintar mereka, sebagian besar bahkan kecanduan media sosial, sebuah obsesi yang dikaitkan dengan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih buruk, demikian temuan penelitian baru dari Finlandia.
"Dampak dari penggunaan ponsel pintar selama hampir enam jam setiap hari dan hubungannya dengan kesejahteraan remaja sangat serius," tulis penulis penelitian dalam temuan yang dipublikasikan pada hari Selasa di jurnal Archives of Disease in Childhood.
Baca Juga: Lirik Lagu Doa Terima Kasih Oleh Nosstress, Single Baru yang Diproduksi Hanya Menggunakan Smartphone
Di Finlandia, 1.164 siswi berusia 15 hingga 16 tahun direkrut pada tahun 2022 untuk memberikan data tentang waktu screen time mereka, yang selanjutnya hal tersebut digunakan para peneliti untuk menghitung penggunaan ponsel dan konsumsi media sosial.
Rata-rata penggunaan ponsel pintar harian adalah 5,8 jam, dan rata-rata waktu yang dihabiskan untuk menggunakan media sosial hampir empat jam. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara hari kerja atau akhir pekan.
Para peserta juga menilai kesehatan, suasana hati, kelelahan, dan kesepian mereka.
Para peneliti memerkirakan bahwa sekitar 17% remaja mungkin kecanduan media sosial, sementara 37% menunjukkan tanda-tanda gangguan kecemasan.
Kecanduan media sosial dikaitkan dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi, citra tubuh yang lebih buruk, kesehatan yang lebih buruk, suasana hati yang lebih rendah, lebih banyak kelelahan, dan perasaan kesepian yang lebih besar.
"Sejauh pengetahuan kami, ini adalah studi pertama yang menggabungkan penggunaan telepon pintar yang diukur secara objektif dengan ukuran kecanduan media sosial dan kesejahteraan yang tervalidasi," tulis para peneliti.
Baca Juga: Dumb Phone, HP Seukuran Kartu Penyembuh Kecanduan Medsos
Mereka mencatat beberapa keterbatasan dalam aktivitas studi dari remaja putri tersebut, beberapa peserta mungkin memiliki masalah kesehatan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









