Akurat

Waspada! Ini 5 Cara agar Anak Terhindar dari Pelaku Pedofilia

Iim Halimatus Sadiyah | 3 Juni 2024, 12:09 WIB
Waspada! Ini 5 Cara agar Anak Terhindar dari Pelaku Pedofilia

AKURAT.CO Bagi orang tua yang masih memiliki anak kecil, sebaiknya mengetahui beberapa cara agar anak terhindar dari pelaku pedofilia, yang belakangan ini sering terjadi.

Pasalnya, cara agar anak terhindar dari pelaku pedofilia tidak bisa dianggap main-main, karena lagi banyak insiden korban anak-anak akibat pelaku pedofilia.

Ada beberapa cara agar anak terhindari dari pelaku pedofilian, salah satunya adalah mulai memberitahu anak tentang anggota tubuh yang bersifat pribadi dan penting untuk dijaga. 

Sebagai orang tua, baik ibu maupun ayah, harus melakukan banyak hal agar bisa menjaga anak mereka tetap aman, terutama pada kejahatan seksual. 

Baca Juga: Pembuatnya Pedofil, Patung Telanjang di Inggris Coba Dihancurkan Pria Tak Dikenal

Mengajarkan anak-anak mereka tentang kekerasan seksual, termasuk pedofilia, menjadi hal penting untuk saat ini karena semakin sering terjadi dan meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Mengutip berbagai sumber, Senin (3/6/2024), berikut ini cara agar anak terhindar dari pelaku pedofilia yang wajib diwaspadai.

Cara Agar Anak Terhindar dari Pelaku Pedofilia

1. Mengenal anggota tubuh yang bersifat pribadi

Meskipun termasuk pembahasan yang berat dan sulit dipahami, namun anak kecil harus diberitahu bahwa beberapa bagian tubuhnya tidak boleh dilihat ataupun disentuh orang lain.

Jelaskan pada anak bahwa tidak ada orang lain yang boleh melihatnya membuka baju, selain ayah dan ibu, serta dokter yang memeriksa tubuhnya.

Baca Juga: Miris, Komisi Penyelidikan Independen Temukan Adanya 3.200 Pedofil di dalam Gereja Prancis

jika seseorang tiba-tiba mencubit pipi, maka mereka berhak untuk marah dan menentang orang tersebut, tentu saja menanggapi protes dengan cara yang sesuai. 

Orang tua juga haru mengajarkan mereka untuk berteriak saat ada seseorang memegang atau meraba-raba anggota tubuhnya.

2. Menjalin hubungan dekat dengan kehidupan anak

Orang tua juga harus membangun hubungan yang baik dengan anak, sehingga memiliki hubungan yang dekat untuk saling percaya. 

Biasakan anak bercerita kepada orang tua mereka, dan juga orang tua harus tetap terbuka kepada anak agar sama-sama nyaman.

Jika sudah memiliki hubungan dekat, maka saat itulah orang tuda bisa mengawasi lingkungan sosial mereka.

Pastikan ibu dan ayah tahu tentang lingkungan sosial anak, serta aktifl dalam kehidupan sosialnya.

Perlu diketahui oleh ibu bahwa pelaku pedofilia, juga dikenal sebagai pedofil, sering terlibat dalam aktivitas anak-anak. 

Oleh karena itu, terlibat dalam aktivitas anak-anak di lingkungan sosialnya akan mendorong ibu untuk mengambil tindakan pencegahan sejak dini.

Baca Juga: Pedofil Terburuk Inggris Tewas Disodomi, Pelaku: Biar Dia Ikut Merasakan Sakitnya Para Korban

3. Ajari anak mengungkapkan rasa tidak nyaman

Beberapa anak kecil saat merasa tidak nyaman dekat dengan orang lain, mereka tidak paham bagaimana mengatakan tidak kepada orang tersebut.

Maka sari itu, ibu harus memahami bahwa tidak masalah untuk mengatakan apa yang anak rasakan, termasuk saar merasa tidak nyaman pada orang yang baru dikenalnya.

Biarkan anak mengungkapkan perasaannya dalam melakukan sesuatu, sehingga bisa lebih waspada saat ada orang yang tidak dikenal mendekatinya.

4. Ajari anak mendengarkan intuisi

Ada baiknya mengajarkan anak untuk mendengarkan intuisinya dalam beberapa situasi, sehingga dia dapat belajar mengambil keputusan sendiri saat merasa tidak nyaman di tempat tertentu.

Baca Juga: Buronan FBI ini Dua Kali Masuk Penjara Gara-gara Kasus Pedofil

Para pedofil bisa berasal dari berbagai profesi dan latar belakang, sehingga mereka mungkin sulit dikenali oleh orang tua.

Bahkan, kebanyakan kasus pedofilia dilakukan oleh orang-orang dengan sifat dan karakter yang lembut dan tidak melakukan kekerasan.

5. Kenalkan nama anggota tubuh dengan yang sebenarnya

Biasanya, orang tua sering mengenalkan nama anggota tubuh dengan nama yang lucu, aneh, atau dibuat-buat, karena menganggap nama sebenarnya sebagai bahasa yang kasar.

Padahal, anak-anak juga perlu tahu nama anggota tubuh tersebut, agar mereka paham bagian tubuh pribadi yang harus dijaga. 

Jika diberi nama samaran, anak berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh atau memalukan dengan tubuh mereka. 

Mereka mungkin tidak akan memberi tahu ayah dan ibu jika seseorang menyentuhnya. Sehingga orang tua harus menyebut anggota tubuh yang bersifat pribadi dengan nama aslinya, seperti "Penis", "testis", "vulva", dan "payudara" sebagai istilah yang benar-benar digunakan. 

Itulah beberapa cara agar terhindar dari pelaku pedofilia yang harus diwaspadai oleh orang tua, agar anak mereka dapat menjaga diri dari kejahatan seksual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.