Mengapa Indonesia Merupakan Negara yang Sangat Rentan Akan Terjadinya Perpecahan dan Konflik?

AKURAT.CO Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman suku, bahasa, budaya, adat istiadat, agama, dan pandangan politik, memiliki kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Namun, keragaman ini juga menjadikan Indonesia rentan terhadap perpecahan dan konflik.
Artikel ini akan membahas mengapa Indonesia memiliki kerentanan terhadap konflik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Primordialisme
-
- Primordialisme adalah pandangan yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak kecil, seperti tradisi, adat istiadat, kepercayaan, dan segala hal yang ada dalam lingkungan pertamanya.
- Pandangan ini dapat menyebabkan seseorang atau sebuah kelompok sulit menerima perbedaan yang ada di individu atau kelompok lain.
-
Etnosentrisme
- Etnosentrisme adalah pandangan yang menganggap bahwa suku atau kelompoknya lebih unggul dibanding suku lain.
- Faktor ini dapat memicu konflik antar individu maupun suku, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
-
Fanatisme Berlebihan
- Fanatisme yang berlebihan adalah paham yang berpegang teguh pada keyakinannya secara berlebihan sehingga mengganggap keyakinan lain salah.
- Sikap dan tindakan ekstrem yang intoleran dapat memecah belah bangsa.
Kesimpulan
Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara yang majemuk, namun juga harus berhati-hati terhadap faktor-faktor yang dapat memicu konflik.
Dengan memahami dan menghormati perbedaan, kita dapat memperkuat persatuan dan mengurangi kerentanan terhadap perpecahan dan konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








