Bagaimana Dampak Kenaikan UKT pada Mahasiswa Berpenghasilan Rendah?
Sultan Tanjung | 7 Mei 2024, 14:50 WIB

AKURAT.CO Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dapat memiliki dampak yang signifikan pada mahasiswa berpenghasilan rendah.
Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi:
-
Aksesibilitas Pendidikan:
- Mahasiswa berpenghasilan rendah sering kali menghadapi kesulitan dalam membayar biaya kuliah. Kenaikan UKT dapat memperburuk situasi ini dan menghambat akses mereka ke pendidikan tinggi.
- Beberapa mahasiswa mungkin terpaksa mengurangi beban kuliah atau bahkan menghentikan studi mereka karena tidak mampu membayar biaya yang semakin tinggi.
-
Stres Finansial dan Kesejahteraan Mental:
- Kenaikan UKT dapat menyebabkan stres finansial pada mahasiswa berpenghasilan rendah. Mereka mungkin harus mencari pekerjaan paruh waktu atau mengambil pinjaman untuk memenuhi kebutuhan kuliah.
- Stres finansial ini dapat berdampak pada kesejahteraan mental mahasiswa, mengganggu konsentrasi belajar dan kinerja akademis.
-
Pilihan Karier dan Spesialisasi:
- Mahasiswa berpenghasilan rendah mungkin terbatas dalam memilih jurusan atau spesialisasi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
- Kenaikan UKT dapat memengaruhi pilihan karier mereka, karena beberapa jurusan memerlukan biaya tambahan untuk peralatan, bahan bacaan, atau praktikum.
-
Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Sosial:
- Biaya kuliah yang tinggi dapat membatasi mahasiswa berpenghasilan rendah dalam mengakses fasilitas kampus, seperti perpustakaan, laboratorium, dan kegiatan ekstrakurikuler.
- Keterbatasan ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan sosial mereka selama masa kuliah.
-
Siklus Kemiskinan:
- Kenaikan UKT dapat memperkuat siklus kemiskinan. Mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah mungkin akan menghadapi kesulitan finansial setelah lulus, terutama jika mereka memiliki tanggungan lain seperti keluarga atau utang.
Solusi dan Upaya Mengatasi Dampak Kenaikan UKT:
- Beasiswa: Mahasiswa berpenghasilan rendah dapat mencari beasiswa atau bantuan keuangan lainnya untuk membantu mengurangi beban biaya kuliah.
- Program Bantuan: Perguruan tinggi dapat mengembangkan program bantuan khusus untuk mahasiswa berpenghasilan rendah.
- Advokasi: Mahasiswa dan organisasi mahasiswa dapat melakukan advokasi agar biaya kuliah tetap terjangkau dan adil bagi semua kalangan.
Semua pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi tetap dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa memandang status ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








