Akurat

Anak Selebgram Aghnia Punjabi Dianiaya, Ini 6 Tips Memilih Babysitter yang Dapat Dipercaya

Ratu Tiara | 2 April 2024, 16:37 WIB
Anak Selebgram Aghnia Punjabi Dianiaya, Ini 6 Tips Memilih Babysitter yang Dapat Dipercaya

AKURAT.CO Media sosial tengah ramai dengan kasus penganiayaan yang terjadi pada anak selebgram Aghina Punjabi. Kasus tersebut dilakukan oleh pengasuh anak Aghnia yang berinisial I.

Kejadian tersebut, Aghnia unggah di akun Instagram @emyaghnia pada Jumat (29/3/2024). Dalam video CCTV yang dibagikan, nampak sosok pengasuh yang melakukan penyiksaan kepada sang anak secara terus-menerus.

Baca Juga: Wajah Penuh Lebam, Ini Kronologi Anak Emy Aghnia Diduga Dianiaya Oleh Pengasuhnya Selama 30 Menit

Anak Aghnia juga nampak mengalami lebam yang cukup serius di area mata kiri dan luka di telinga kanan. Namun, anak Aghnia telah mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit.

Video yang diunggah oleh Aghnia membuat netizen geram, dan mengecam tindakan pengasuh, sebab tega melakukan penganiayaan kepada anak kecil. Peristiwa tersebut terjadi saat sang anak dititipkan selama 2 hari karena Aghnia sedang bekerja.

Kasus ini membuat orang tua menjadi semakin khawatir untuk menitipkan sang buah hati kepada babysitter. Lantas, bagaimana cara memilih babysitter yang terpercaya?

Dilansir dari Child Rescue Coalition, Selasa (2/4/2024), berikut 6 tips memilih babysitter yang dapat dipercaya.

1. Melakukan wawancara

Melakukan wawancara menjadi ide yang baik untuk bertemu langsung dan berbicara dengan calon pengasuh. Dengan melakukan wawancara, Anda akan paham tentang sikap mereka.

Selain itu juga, saat yang tepat untuk mengajukan pertanyaan khusus untuk keluarga Anda dalam menentukan apakah pengasuh tersebut sejalan dengan nilai dan harapan Anda. Jika anak-anak Anda sudah lebih besar, pastikan kandidat tersebut memahami aturan screentime keluarga Anda dan batasan keamanan online.

Anda juga ingin menguraikan tanggung jawab dan harapan pekerjaan, bertanya tentang pengalaman mengasuh anak di masa lalu, dan meminta referensi.

2. Periksa riwayat kerja

Setelah mendapat riwayat kerja, sebaiknya Anda menghubungi mereka untuk mengetahui kinerja kerja di tempat sebelumnya. Bahkan beberapa situs pengasuhan menyediakan pemeriksaan latar belakang lengkap untuk Anda, tetapi paling tidak, berbicara dengan keluarga saat ini dan sebelumnya.

Tanyakan apakah mereka pernah mengalami masalah, merasa khawatir atau tidak nyaman, dan apakah mereka akan merekomendasikan pengasuh tersebut kepada teman-temannya.

3. Lakukan uji coba

Sebelum mulai bekerja secara resmi, undang calon pengasuh Anda untuk uji coba. Izinkan pengasuh untuk mengawasi anak-anak Anda selama satu atau dua jam saat Anda berada di rumah.

Gunakan waktu ini untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di rumah, sibukan diri Anda namun tetap mengawasi sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran tentang interaksi pengasuh dengan anak-anak Anda ketika Anda tidak terlibat langsung.

Jika Anda merasa nyaman, lakukan tugas singkat atau berjalan-jalan di sekitar blok menjelang akhir uji coba untuk memberikan kesempatan terbatas kepada pengasuh untuk menyendiri.

4. Tanyakan pada anak-anak

Setelah uji coba, tanyakan pada anak-anak Anda. Dengan asumsi mereka sudah cukup umur untuk berbicara, ajukan pertanyaan kepada anak Anda, berdasarkan usia dan tingkat kedewasaan mereka. Apa yang mereka sukai dari pengasuhnya? Apakah ada sesuatu yang tidak mereka sukai? Apakah mereka merasa aman? Jika anak Anda masih kecil, atau tidak terlalu cerewet, gunakan petunjuk perilaku untuk mengisi kekosongan tersebut. Apakah kalian, anak-anak, tampak senang atau cemas ketika kalian kembali?

Membangun jalur komunikasi terbuka dengan anak-anak Anda dan mengajari mereka aturan keselamatan tubuh adalah kunci dalam pencegahan pelecehan.

5. Bicarakan secara terbuka tentang pencegahan pelecehan

Berterus teranglah kepada siapa pun yang menghabiskan waktu berduaan dengan anak-anak Anda, bahwa keluarga Anda secara terbuka mencegah pelecehan seksual terhadap anak. Tanyakan apakah mereka memahami persetujuan dan batasan. Tinjau teknologi keluarga dan aturan waktu pemakaian perangkat Anda.

Uraikan dengan jelas ekspektasi Anda terkait mandi, toilet, waktu menyendiri, konsumsi media. Anda memastikan semua orang yang merawat anak Anda memiliki pemahaman yang sama, dan melakukan uji secara teliti sebagai orang tua.

Baca Juga: Tanpa Babysitter, Jennifer Arnelita Lebih Happy Asuh Anak Sendiri

6. Ikuti feeling Anda

Ketika beberapa upaya telah dilakukan, libatkan feeling Anda dalam memilih pengasuh untuk anak. Seorang pengasuh pasti memberikan kesan baik di depan orang tua, namun di belakang justru bersikap buruk.

Tidak ada salahnya dengan mengikuti feeling, sebab Anda yang paling mengenal anak dan keluarga.

Jika ada yang tidak beres, dengarkan, meskipun Anda tidak tahu persis apa itu. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan kepada sang anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
R