Anda Bisa Memilih Pasangan, Tapi Anak Tak Dapat Pilih Siapa Orang Tuanya
AKURAT.CO Camkan ini LADIES, Anak Tidak Bisa Memilih Siapa Orang Tuanya, tapi Kita Bisa Memilih Siapa Pasangan Kita.
Jadi ketika Anda hendak memilih pria untuk menjadi pasangan Anda sekali seumur hidup, jangan Anda hanya berpikir "Wah inilah pria satu-satunya yang akan terus melakukan hal-hal romantis untuk saya, yang akan terus membahagiakan saya seorang," jika pemikiran Anda seperti itu, saya jamin, Anda pasti akan kecewa seumur hidup. Namun jika Anda juga memerhatikan apakah pria yang Anda kencani saat ini merupakan seorang ayah yang baik untuk anak Anda kelak, apakah dia mampu menjadi sosok teladan untuk anak Anda kelak, dan apakah dia adalah pria yang mengerti akan tanggung jawabnya.
Baca Juga: Ayah Mertua Minta Doa Penggemar untuk Justin Bieber & Hailey
Jangan menjadi perempuan yang egois yang hanya berpikir mengenai kondisi SAAT INI. Saya akan melatih Anda untuk berpikir beberapa langkah ke depan agar di masa depan Anda tidak terjerumus pada lubang penyesalan.
Jadi, jangan terlalu merasa tertekan dengan tuntutan lingkungan yang memaksamu agar segera menikah sesegera mungkin. Karena, di antara mereka yang memaksamu itu, tidak ada yang berani bertanggung jawab terhadap keberlangsungan rumah tanggamu. Jangan pusing, jika Anda merasa belum menemukan jodoh yang tepat, malah harusnya Anda bersyukur karena itu artinya Anda masih sempat memilah dan memilih calon ayah yang terbaik untuk anak-anak Anda kelak.
Anda pasti sudah banyak mendengar kalangan artis yang akhirnya harus berakhir dengan perceraian karena suaminya berkali-kali terlibat dalam penyalahgunaan narkoba bahkan ketika diminta tanggung jawab mengenai nafkah anak Rp10 juta per bulan dirinya merasa keberatan bahkan merasa tak bisa menyanggupi dengan berbagai alasan.
Baca Juga: Waktu Bermain Bersama Ayah Bikin Nilai Anak di Sekolah Meningkat Pesat
Ingat bahwa dalam sebuah keluarga, toxic relationship bukan hanya berdampak pada Anda tetapi juga pada anak Anda, seringkali anak-anaklah yang menjadi korban. Saya terpaksa harus membuka lebar-lebar mata Anda, bahwa banyak seorang ayah di luar sana yang meninggalkan dan mengabaikan kewajibannya pada anak mereka, entah masih dalam status rumah tangga maupun bercerai, saya mengetahui ini secara pasti sebab saya juga merupakan anak broken home hehehehehehe...
Saya harap pengalaman saya yang menyesakkan dan memilukan itu hanya akan dialami oleh saya seorang, tidak untuk anak-anak lain, kita harus memastikan mereka tumbuh dengan sehat karena jika anak sehat tentu negara juga akan sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









