Akurat

Studi: Bahaya, Balita Habiskan 2 Jam Sehari untuk Menonton Video

Annisa Fadhilah | 24 Februari 2024, 10:06 WIB
Studi: Bahaya, Balita Habiskan 2 Jam Sehari untuk Menonton Video

AKURAT.CO Sayangnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa balita menghabiskan rata-rata hampir dua jam sehari untuk menonton video.

Jumlah tersebut dua kali lipat lebih lama dari perkiraan sebelumnya yang dikumpulkan sebelum pandemi, kata para peneliti.

“Dalam beberapa tahun pertama kehidupan, bahasa adalah salah satu komponen inti perkembangan yang kita tahu dapat dipengaruhi oleh media,” kata peneliti Sarah Kucker, asisten profesor psikologi di Southern Methodist University di Dallas.

Baca Juga: Ternyata, Terlalu Dekat Menonton Televisi Bisa Merusak Mata Hanya Mitos

Namun, para peneliti menemukan bahwa dampak negatif ini berkurang ketika video digunakan untuk tujuan pendidikan. Obrolan video dengan anggota keluarga untuk membina hubungan sosial juga mengurangi dampaknya.

Televisi sering disebut sebagai “pengasuh elektronik,” namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa TV atau media lain dapat menghambat perkembangan bahasa anak.

Anak-anak yang menonton video selama berjam-jam cenderung menggunakan frasa dan kalimat dengan kata-kata yang lebih sedikit, para peneliti melaporkan baru-baru ini di jurnal Acta Paediatrica.

Untuk penelitian ini, para peneliti mensurvei 302 para pengasuh anak yang berusia 17 hingga 30 bulan, menjawab pertanyaan tentang kata-kata, kalimat, dan berapa banyak waktu yang mereka habiskan dengan media berbeda setiap hari.

Penggunaan media oleh anak-anak dibandingkan dengan kosa kata dan panjang ucapan mereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengasuh perlu memertimbangkan apakah anak-anak menonton video untuk belajar atau bersenang-senang, kata Kucker.

Baca Juga: Apakah Bayi Boleh Menonton Televisi?

Orang tua yang menggunakan media digital untuk berinteraksi dengan anak-anak harus mempertimbangkan untuk membatasi paparan tersebut, atau mencoba berinteraksi dengan anak-anak saat mereka dalam menggunakannya, tambah Kucker.

Penelitian masa depan dari tim Kucker akan berfokus pada jenis video yang ditonton anak-anak, cara mereka menggunakan layar bersama orang lain, dan bagaimana menonton video berdampak pada perkembangan bahasa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.