Akurat

Apakah Bayi Boleh Menonton Televisi?

| 15 November 2021, 15:00 WIB
Apakah Bayi Boleh Menonton Televisi?

AKURAT.CO, Banyak orang tua memanfaatkan  berbagai program TV dan video untuk membuat Si Kecil sibuk sementara  mereka bekerja. Bayi memang suka melihat warna-warna cerah, oleh sebab itu mereka bisa menatap layar berlama-lama. Namun, apakah bayi boleh meninton televisi, menggunakan komputer, bermain game elektronik, atau memainkan gadget?

Melansir Parenting, Firstcry, American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menonton televisi. Pada usia ini, Si Kecil membutuhkan interaksi antarmanusia, baik dengan orangtuanya maupun dengan pengasuhnya. Interkasi ini penting agar kelak Si Kecil memiliki perkembangan sosial dan emosional yang baik.

Meskipun banyak program televisi atau video yang memberi pelajaran, namun David Hill, MD, FAAP, Wakil Presiden Cape Fear Pediatrics di Wilmington, NC menemukan bahwa keterampilan dan pelajaran dari televisi tidak diterjemahkan oleh otak bayi ke dalam pembelajaran dunia nyata. JAdi, cara belajar yang terbaik adalah lewat pengalaman secara langsung melalui indranya. Artinya, bayi perlu menyentuh, memegang, membuang, atau meraih berbagai macam benda yang adda di sekelilingnya untuk belajar.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa menonton televisi sebelum 18 bulan memiliki dampak negatif jangka panjang pada perkembangan bahasa anak, kemampuan membaca, dan memori jangka pendek. Akibat lainnya adalah, masalah tidur dan konsentrasi yang buruk.  Ini juga mengalihkan anak-anak dari kegiatan yang bermanfaat bagi kemampuan mental, seperti menjelajahi dan berinteraksi dengan anak-anak lain.

"Tidak ada bahaya yang permanen. Tapi kita sudah tahu bahwa televisi dapat memperlambat perkembangan anak," kata Jill Stamm, PhD, direktur 'New Directions Institute for Infant Brain Development' di Pheonix dikutip AKURAT.CO pada Senin, (15/11/2021).  

Sementara, studi tahun 2019 mengamati 47 anak sehat, usia tiga hingga lima tahun, yang melihat layar lebih dari satu jam sehari (rekomendasi AAP). Studi ini menemukan bahwa anak-anak usia prasekolah ini memiliki "ukuran yang lebih rendah dari organisasi mikrostruktur dan mielinisasi saluran materi putih otak yang mendukung bahasa dan keterampilan literasi yang muncul dan penilaian kognitif yang sesuai."

Para penulis mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian ini, mereka dapat berspekulasi bahwa sebelum usia lima tahun, ketika jaringan otak berkembang pesat, perlu batasan yang ketat terkait waktu layar. 

Sekitar usia 4 bulan, ada baiknya membiarkan Si Kecil mulai belajar cara menghibur diri dengan mainan, buku, dan aktivitas lainnya. Melakukan hal itu akan mendorong perkembangan mereka! Letakkan selimut di lantai atau siapkan area bermain yang dipenuhi dengan beberapa mainan, balok, atau buku.

Biarkan mereka menjelajah sendiri, cobalah kursi aktivitas. Pastikan tidak ada kemungkinan masalah keamanan atau bahaya di ruang bermain yang Bunda tentukan. Bunda juga harus mudah mendengar dan melihatnya. Jika tidak ingin ditinggal sendirian, menggendong Si Kecil bisa menjadi solusi yang bagus, dan membantunya merasa terlibat dengan apa yang Bunda lakukan.

Pedoman AAP menyatakan bahwa orang tua yang ingin memperkenalkan Si kecil yang berusia 18 hingga 24 bulan ke layar harus melakukannya bersama-sama. Anak-anak seusia ini tidak boleh menonton atau melihat layar sendirian. Bunda juga harus memilih program atau konten berkualitas tinggi yang sesuai dengan usia anak.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.