Apa Saja Upaya yang akan Anda Lakukan untuk Mempelajari Target Perilaku?

AKURAT.CO Pengelolaan kinerja guru menjadi salah satu aspek krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Perilaku kerja guru, yang mencerminkan komitmen, integritas, dan profesionalisme, memiliki dampak signifikan terhadap kinerja akademis, kesejahteraan, dan motivasi siswa.
Oleh karena itu, memahami dan mempelajari target perilaku yang diharapkan dalam pengelolaan kinerja menjadi langkah kunci menuju peningkatan mutu pendidikan.
Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk memahami dan mengembangkan perilaku kerja yang diinginkan:
1. Memahami Standar Kompetensi dan Kode Etik Guru
Guru perlu memahami dan menginternalisasi standar kompetensi dan kode etik yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga pendidikan.
Standar tersebut memberikan pedoman moral, etika, dan hukum yang harus diikuti oleh guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
2. Perencanaan Kinerja yang Efektif
Langkah awal dalam pengelolaan kinerja adalah perencanaan yang melibatkan penetapan ekspektasi kinerja dan target perilaku.
Guru perlu merencanakan dengan jelas visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan agar selaras dengan sasaran individu guru.
Ini melibatkan identifikasi target perilaku yang sesuai dengan aspek berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
3. Refleksi dan Evaluasi Diri Secara Berkala
Guru perlu melakukan refleksi dan evaluasi diri secara berkala.
Ini mencakup penilaian sejauh mana target perilaku telah tercapai, identifikasi kekuatan dan kelemahan, dan perencanaan langkah-langkah perbaikan.
Jurnal, portofolio, rekaman video, kuesioner, atau tes online dapat digunakan sebagai alat refleksi dan evaluasi diri.
4. Memanfaatkan Umpan Balik
Umpan balik dari berbagai sumber, seperti kepala sekolah, rekan sejawat, siswa, atau orang tua, menjadi sarana penting dalam pengembangan perilaku kerja.
Guru perlu terbuka dan responsif terhadap umpan balik yang diberikan, menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan perilaku mereka sesuai dengan harapan dan persepsi orang lain.
Baca Juga: Apa yang Disebut Pengelolaan Kinerja Guru pada Platform Merdeka Mengajar atau PMM?
5. Pelatihan dan Pengembangan Profesional
Mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional yang relevan dengan target perilaku dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan guru.
Workshop, seminar, studi banding, atau sertifikasi adalah beberapa bentuk pelatihan yang dapat membantu guru mengimplementasikan praktik pengajaran terkini dan inovatif.
6. Membangun Hubungan yang Baik dengan Pihak Terkait
Keterlibatan aktif dalam membangun hubungan yang baik dengan kepala sekolah, rekan sejawat, siswa, orang tua, dan masyarakat sangat penting.
Hubungan yang harmonis dan produktif menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung peningkatan kinerja guru.
Dengan melakukan langkah-langkah ini, guru dapat secara efektif memahami dan mempelajari target perilaku yang diharapkan dalam pengelolaan kinerja.
Sikap terbuka terhadap perbaikan diri, penggunaan umpan balik, dan partisipasi aktif dalam pelatihan profesional akan membantu guru mengembangkan perilaku kerja yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi, tetapi juga menciptakan dampak positif pada peserta didik, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








