Akurat

Mengapa Bhinneka Tunggal Ika Tertulis pada Garuda Pancasila? Simak Sejarah Lengkapnya Berikut

Sultan Tanjung | 23 Januari 2024, 10:00 WIB
Mengapa Bhinneka Tunggal Ika Tertulis pada Garuda Pancasila? Simak Sejarah Lengkapnya Berikut

AKURAT.CO Bhinneka Tunggal Ika pada Garuda Pancasila adalah cerminan nilai-nilai keberagaman dan persatuan yang menjadi ciri khas Indonesia.

Lambang negara ini menjadi pengingat bagi setiap warga negara akan pentingnya hidup bersama dalam damai, meskipun berbeda-beda.

Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia terus melangkah menuju masa depan yang penuh kedamaian dan kemajuan.

Latar Belakang:

1. Masa Pra-Kemerdekaan:

  • Sebelum Indonesia merdeka, terdapat berbagai diskusi mengenai lambang negara yang akan diadopsi setelah kemerdekaan.
  • Berbagai elemen masyarakat, tokoh, dan organisasi terlibat dalam menyusun simbol-simbol yang mencerminkan jati diri bangsa.

2. Kompetisi Desain:

  • Pada tahun 1945, setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah menggelar kompetisi desain untuk mencari lambang negara.
  • Sejumlah desainer terkemuka waktu itu seperti Sultan Hamid II dan Henk Ngantung berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

3. Pancasila sebagai Dasar:

  • Dalam menyusun lambang negara, Pancasila dijadikan dasar pemikiran utama.
  • Penggambaran nilai-nilai dasar Pancasila menjadi fokus dalam menciptakan simbol yang mencerminkan identitas bangsa.

Desain oleh Sultan Hamid II:

1. Elemen Garuda:

  • Sultan Hamid II, seorang seniman dan perintis seni rupa Indonesia, menyumbangkan desainnya.
  • Desain ini menampilkan burung Garuda yang memiliki makna simbolik yang dalam dalam kebudayaan Indonesia.

2. Bhinneka Tunggal Ika:

  • Slogan "Bhinneka Tunggal Ika" dipilih untuk menggambarkan keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
  • Frase ini diambil dari kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu."

3. Pancasila di Dadanya:

  • Garuda tersebut memiliki lambang Pancasila di dadanya.
  • Setiap sila Pancasila direpresentasikan melalui bagian-bagian tertentu dalam desain burung Garuda.

4. Sifat Elegan dan Kuat:

  • Desain Sultan Hamid II menciptakan lambang yang elegan, sederhana, dan kuat, mencerminkan semangat serta kepribadian bangsa.

Penyempurnaan oleh Soekarno:

1. Revisi Desain:

  • Presiden Soekarno meminta beberapa penyempurnaan pada desain awal Garuda Pancasila.
  • Proses ini dilakukan bersama-sama dengan para seniman dan ahli desain lainnya.

2. Penambahan Panji dan Hasta Widyasatbrata:

  • Penambahan panji merah putih di mulut burung Garuda.
  • Penambahan Hasta Widyasatbrata (tangan yang memegang kepala naga) sebagai simbol kekuasaan.

3. Penyempurnaan Detail:

  • Beberapa detail tambahan seperti kuku dan bulu burung Garuda disempurnakan untuk menambah keindahan dan kesan kuat.

Pengesahan dan Penggunaan Resmi:

1. Pengesahan:

  • Desain Garuda Pancasila dengan frase Bhinneka Tunggal Ika disahkan pada tanggal 11 Februari 1950 melalui Keputusan Presiden.

2. Penggunaan Resmi:

  • Garuda Pancasila secara resmi diadopsi sebagai lambang negara dan pemerintah Republik Indonesia.
  • Lambang ini digunakan pada bendera negara, koin, dan dokumen resmi lainnya.

Peningkatan Kesadaran Nasional:

1. Simbol Kesatuan:

  • Garuda Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi juga simbol kesatuan dan identitas nasional.
  • Seiring berjalannya waktu, lambang ini menjadi lebih dari sekadar representasi fisik, melainkan menjadi ikon budaya dan semangat bangsa.

2. Makna dan Simbolisme:

  • Garuda Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika menjadi lambang yang mengajarkan makna persatuan dalam keberagaman.
  • Simbolisme dalam desain ini terus diperjuangkan untuk diteruskan ke generasi mendatang.

Kesimpulan:

Garuda Pancasila dengan frase "Bhinneka Tunggal Ika" bukan hanya lambang formal negara, melainkan warisan berharga yang mencerminkan semangat dan keberagaman Indonesia.

Desain ini mengandung sejarah perjuangan kemerdekaan, nilai-nilai Pancasila, dan semangat kebangsaan. Dengan Bhinneka Tunggal Ika pada Garuda Pancasila, Indonesia menunjukkan komitmen untuk membangun negara yang bersatu dalam keberagaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.