Akurat

Membangun Masa Depan Melalui Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka

Sultan Tanjung | 18 Januari 2024, 11:00 WIB
Membangun Masa Depan Melalui Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka

AKURAT.CO Peran guru dalam Kurikulum Merdeka memiliki dampak yang signifikan terhadap pembentukan masa depan generasi muda Indonesia.

Inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menempatkan guru sebagai pilar utama dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan.

Berikut adalah pemahaman mendalam mengenai peran guru dalam konteks Kurikulum Merdeka:

1. Menggali Potensi Siswa:

Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pemaham unik terhadap potensi, minat, dan kebutuhan belajar setiap siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka, guru diundang untuk mendeteksi keberagaman ini dan merancang pembelajaran yang memungkinkan setiap siswa berkembang secara optimal.

2. Merancang Pembelajaran Terpersonalisasi:

Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk menjadi perancang pembelajaran yang terpersonalisasi.

Dengan memahami kebutuhan dan gaya belajar siswa, guru dapat memilih metode, materi, dan pendekatan yang paling sesuai, memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih relevan.

3. Mengembangkan Pembelajaran Aktif:

Peran guru bukan hanya memberikan informasi, melainkan mendukung siswa dalam memahami konsep melalui pembelajaran aktif.

Diskusi, proyek, eksperimen, dan aktivitas praktis lainnya menjadi bagian integral dari upaya guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis.

4. Mendorong Kreativitas dan Inovasi:

Guru memiliki tanggung jawab untuk mendorong kreativitas dan inovasi.

Dengan memberikan siswa kesempatan untuk berpikir kritis dan berkreasi, guru membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih tinggi, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mengejar pengembangan potensi siswa secara holistik.

5. Memperkuat Karakter dan Etika:

Selain aspek akademis, peran guru dalam membangun karakter dan etika siswa menjadi sangat penting.

Kurikulum Merdeka menekankan pembentukan nilai-nilai moral dan etika yang kuat melalui interaksi dan contoh yang ditunjukkan oleh guru.

6. Menghubungkan Pembelajaran dengan Konteks Lokal:

Guru berperan dalam mengaitkan pembelajaran dengan realitas dan kearifan lokal.

Dengan memberikan konteks yang lebih terkait dengan lingkungan siswa, guru memastikan bahwa pembelajaran memiliki relevansi dan dapat membangun pemahaman yang lebih mendalam.

7. Mengembangkan Kemandirian Siswa:

Guru diundang untuk mengembangkan kemandirian siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka, guru membantu siswa untuk belajar secara mandiri, mengatur waktu, dan mengelola sumber daya pembelajaran.

Ini menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Kontribusi Guru untuk Masa Depan Lebih Baik:

Peran guru dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi lebih pada membimbing dan membantu siswa menjadi individu yang lebih berkualitas.

Dengan memberikan kesempatan kepada guru untuk merancang pembelajaran yang lebih fleksibel, Kurikulum Merdeka membuka jalan menuju pendekatan pendidikan yang holistik dan inklusif.

Inilah kontribusi guru dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui Kurikulum Merdeka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.