Parents Must Do: Tanya Apa yang Anak Lakukan di Internet!

AKURAT.CO Penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak menemukan konten negatif secara online, kata Mitchell Prinstein, kepala petugas sains di American Psychological Association (APA).
“Banyak anak-anak yang terkena kebencian dunia maya, baik itu diskriminasi online atau intimidasi dunia maya,” kata Prinstein. “Kami menemukan banyak anak-anak terpapar konten berbahaya yang mengajarkan mereka cara melakukan perilaku maladaptif, seperti anoreksia.”
"Perusahaan teknologi perlu mengambil tindakan untuk mencegah beberapa masalah ini," kata Prinstein.
Baca Juga: Dua per Tiga Orang Tua Khawatir Konten Negatif dan Cyberbullying di Internet
Pengawasan aktif oleh orang tua juga penting. Tanyakan kepada anak Anda apa yang mereka lakukan di internet.
Tanyakan, “Mengapa hal itu begitu penting bagi Anda? Dan apa yang kamu lihat? Bagaimana Anda memahami apa yang Anda lihat?” kata Prinstein.
Mengadakan liburan untuk tidak melakukan 'screen time' bersama keluarga juga dapat membantu, sehingga anak-anak dapat melihat bahwa meskipun sulit, orang tua mereka juga berupaya melakukan hal tersebut.
Baca Juga: Bakal Dibagikan ke Seluruh Pelajar Indonesia, Ganjar Launching Program Internet Gratis di Semarang
Meskipun orang tua sering kali berfokus pada berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak mereka untuk online, Prinstein berpendapat bahwa apa yang mereka lakukan di internet mungkin lebih penting.
Gaya pengasuhan tampaknya berdampak pada skor kecanduan internet anak-anak. Para peneliti menemukan hubungan antara skor tersebut serta penerapan disiplin anak yang tidak konsisten, serta persepsi orang tua.
Studi ini membantu untuk memahami konteks dampak negatif penggunaan internet pada remaja, termasuk gaya pengasuhan tertentu dan penggunaan internet oleh orang tua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









