Akurat

Studi: Anak Tunggal Jauh Lebih Bahagia

Annisa Fadhilah | 16 Januari 2024, 18:18 WIB
Studi: Anak Tunggal Jauh Lebih Bahagia

AKURAT.CO Di Amerika Serikat, anak-anak yang tidak memiliki atau memiliki satu saudara kandung mempunyai kesehatan mental yang terbaik, sementara di Tiongkok, kesejahteraan terbaik ada di antara anak-anak tunggal, menurut laporan yang diterbitkan pada 9 Januari di Journal of Family Issues.

Memiliki kakak dan adik yang jarak usianya berdekatan cenderung memiliki dampak terburuk terhadap kesehatan mental anak-anak, demikian ungkap data di AS.

Baca Juga: 6 Efek Kurang Tidur, Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan negatif paling kuat dengan kesehatan mental diamati di antara saudara kandung yang lahir dalam rentang waktu satu tahun.

“Jika Anda menganggap sumber daya orang tua seperti sebuah kue, satu anak berarti mereka bisa mendapatkan semua kuenya, semua perhatian dan sumber daya dari orang tua,” kata pemimpin peneliti Doug Downey, seorang profesor sosiologi di Ohio State University dalam rilis berita universitas. “Tetapi jika Anda menambahkan lebih banyak saudara kandung, setiap anak mendapat lebih sedikit sumber daya dan perhatian dari orang tuanya, dan hal itu mungkin berdampak pada kesehatan mental mereka.”

"Penjelasan tersebut semakin diperkuat oleh fakta bahwa saudara kandung yang jaraknya berdekatan mempunyai dampak paling negatif, karena anak-anak yang usianya lebih dekat akan bersaing untuk mendapatkan jenis sumber daya orang tua yang sama," kata Downey.

Namun, ada kemungkinan lain yang dapat memengaruhi kesehatan mental anak dengan banyaknya saudara kandung.

Misalnya, di Tiongkok dan AS, keluarga yang paling kaya memiliki kesehatan mental terbaik.

Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data yang diambil dari lebih dari 9.400 siswa kelas delapan di Tiongkok dan 9.100 siswa kelas delapan di Amerika sebagai bagian dari penelitian yang sedang berlangsung di masing-masing negara.

Anak-anak di Tiongkok rata-rata memiliki satu atau lebih sedikit saudara kandung (0,89), sedangkan anak-anak AS rata-rata memiliki 1,6 saudara kandung.

Sementara itu, berdasarkan data, sepertiga anak-anak di Tiongkok adalah anak-anak tunggal, dibandingkan dengan hampir 13% anak-anak Amerika.

Salah satu kelemahan penelitian ini adalah datanya tidak mencakup kualitas hubungan saudara kandung, kata Downey. Hubungan saudara yang kuat dan positif bisa lebih bermanfaat bagi anak-anak dan berdampak positif pada kesehatan mental.

Baca Juga: Perang Tak Kunjung Usai, 1600 Tentara Israel Alami Gejala Stres dan Gangguan Mental

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa memiliki lebih banyak saudara laki-laki dan perempuan dikaitkan dengan keterampilan sosial yang lebih baik di kalangan anak-anak taman kanak-kanak dan kemungkinan perceraian yang lebih rendah di kalangan orang dewasa, kata Downey.

“Kombinasi hasil ini tidak mudah dijelaskan. Kami masih harus belajar lebih banyak tentang dampak dari saudara kandung,” kata Downey. 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.