Akurat

Kualitas Permainan Ayah Bersama Anak Lebih Baik Ketimbang Ibu?

Annisa Fadhilah | 7 Januari 2024, 18:14 WIB
Kualitas Permainan Ayah Bersama Anak Lebih Baik Ketimbang Ibu?

AKURAT.CO Permainan ayah cenderung memiliki kualitas yang lebih kuat, kata Yogman.

Michael Yogman, seorang dokter anak di Cambridge Health Alliance di Massachusetts, menyatakan manfaat dari pola asuh ganda dalam interaksi dua orang tua dengan anak-anak, hubungan saling percaya, dan sesuatu yang spesifik bagi para ayah itu sendiri.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Film Tentang Parenting, Cocok Untuk Ditonton Para Orang Tua

Yogman, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, adalah penulis utama laporan klinis American Academy of Pediatrics yang disebut Power of Play.

“Saya rasa ayah juga memberikan pengalaman bermain yang saling melengkapi dan tidak berlebihan kepada anak-anak, sehingga interaksi mereka sedikit lebih menggairahkan dan menyenangkan, bahkan di usia yang sangat muda,” kata Yogman.

“Permainan yang mereka mainkan bersama bayi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Itu sedikit lebih menggairahkan, lebih banyak permainan fisik. Menggendong bayi tinggi-tinggi di atas kepalanya, menggelitik bayi, mengayuh kaki bayi. Bayi lebih cenderung akan tertawa,” kata Yogman.

"Masalah kritisnya adalah orang tua mendukung perkembangan anak dengan cara yang saling melengkapi," kata Yogman.

“Jadi salah satu orang tua biasanya menekankan keamanan, melindungi anak dari bahaya. Dan yang lainnya lebih sering mendorong kemandirian, mendorong anak untuk bereksplorasi dan mengambil risiko serta mencoba pemecahan masalah secara mandiri. Mereka memberikan manfaat unik dan saling melengkapi. Dan hal ini sesuai dengan sebagian besar teori pembangunan, yang memerlukan keseimbangan aktivitas,” kata Yogman.

Baca Juga: 5 Tips Parenting Ala Capres Ganjar Pranowo, Yang Bisa Ditiru

Para peneliti di Leeds University Business School menemukan bahwa ketika ayah secara teratur berinteraksi dengan anak-anak mereka yang berusia 3 tahun dengan cara-cara ini, anak-anak tersebut akan berprestasi lebih baik di sekolah pada usia 5 tahun. Ketika mereka terlibat dengan anak-anak mereka pada usia 5 tahun, anak-anak tersebut mengalami peningkatan nilai. dalam penilaian kunci pada usia 7 tahun.

Meskipun ayah mempunyai pengaruh terhadap prestasi pendidikan, ibu mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap perilaku emosional dan sosial anak-anak, demikian temuan studi tersebut.

Bahkan hanya 10 menit setiap hari saja sudah membuat perbedaan, menurut penelitian yang mengamati ribuan rumah tangga dengan dua orang tua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.