Hari Pahlawan 10 November 2023, Sejarah dan Makna yang Orangtua Bisa Ajarkan pada Anak

AKURAT.CO – Hari Pahlawan 10 November 2023 akan kita peringati bersama dan setiap tahunnya kita pun melaksanakannya.
Setiap instansi pemerintahan atau sekolah-sekolah bahkan mengadakan upacara berkaitan dengan Hari Pahlawan 10 November 2023.
Hari Pahlawan 10 November 2023 sendiri mengandung sejarah dan makna yang mendalam bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, situasi di Indonesia masih sangat tidak stabil. Konflik berkecamuk antara rakyat Indonesia dan tentara asing, khususnya di kota Surabaya, Jawa Timur, menciptakan peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan.
Baca Juga: 5 Pahlawan Indonesia Yang Jarang Dikenal Masyarakat
Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran besar setelah proklamasi kemerdekaan. Bagaimana kejadian ini bisa terjadi? Mari kita eksplorasi sejarah Hari Pahlawan yang bisa dijadikan bahan pelajaran untuk anak-anak.
Sejarah Hari Pahlawan dimulai setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pemerintah mengeluarkan maklumat yang mengamanatkan pengibaran bendera nasional Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai tanggal 1 September 1945. Gerakan pengibaran bendera ini menyebar ke berbagai daerah, termasuk Surabaya.
Pada pertengahan September, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan kemudian tiba di Surabaya pada tanggal 25 September 1945.
Baca Juga: Mengenal Sosok Yang Chil Sung, Pahlawan Garut Asal Korea Yang Diperankan Kim Bum
Mereka merupakan bagian dari pasukan AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) yang datang bersama pasukan NICA (Netherlands Indies Civil Administration).
Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang, mengembalikan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang ke negara asal mereka, dan mengembalikan kendali Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai negara jajahan.
Namun ketegangan antara tentara dan kelompok milisi pro-kemerdekaan Indonesia serta pihak Belanda sudah muncul sejak tanggal 19 September 1945.
Pada malam sebelumnya, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan Nomor 65, Surabaya, tanpa izin Pemerintah RI Daerah Surabaya.
Baca Juga: Doa Untuk Para Pahlawan Yang Telah Gugur
Tindakan ini menimbulkan kemarahan warga Surabaya yang merasa bahwa ini adalah penghinaan terhadap kemerdekaan Indonesia dan merendahkan bendera Merah Putih.
Warga Surabaya memprotes tindakan ini dengan berkumpul di depan Hotel Yamato, menuntut penurunan bendera Belanda dan pengibaran bendera Indonesia.
Pada tanggal 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia dan pihak Belanda melakukan perundingan yang berakhir tragis ketika Ploegman menarik pistolnya, memicu pertarungan hebat di dalam ruang perundingan yang berujung pada kematian Ploegman.
Kejadian ini menyebabkan kerusuhan di Hotel Yamato, dan bendera Belanda yang tadinya dikibarkan akhirnya dirusak oleh Hariyono dan Koesno Wibowo sehingga bendera Merah Putih berkibar.
Pada tanggal 29 Oktober, pihak Indonesia dan Inggris sepakat untuk menghentikan pertempuran.
Namun, keesokan harinya, bentrokan terjadi lagi, yang berujung pada kematian Brigadir Jenderal Mallaby, pemimpin tentara Inggris, dan peledakan mobil yang ditumpanginya oleh milisi. Pemerintah Inggris sangat marah.
Di bawah komando Mayor Jenderal Robert Mansergh, yang menggantikan Mallaby, dikeluarkan ultimatum yang mengharuskan semua orang Indonesia bersenjata melapor, menyerahkan senjata mereka, dan menyerah dengan tangan di atas kepala. Batas waktu ultimatum ini adalah pukul 06.00, 10 November 1945.
Ultimatum ini memicu kemarahan rakyat Surabaya. Puncaknya, pertempuran besar meletus pada tanggal 10 November.
Pertempuran antara kedua pihak berlangsung selama sekitar tiga minggu. Tokoh-tokoh perjuangan seperti Sutomo, K.H. Hasyim Asyari, dan Wahab Hasbullah menjadi penggerak masyarakat Surabaya. Pertempuran ini menelan banyak korban, dengan perkiraan 16.000 korban dari pihak Indonesia dan sekitar 2.000 korban dari pihak Inggris.
Sejarah Hari Pahlawan tidak hanya menggambarkan sejarah negara kita, tetapi juga mengandung pelajaran tentang nilai-nilai seperti kejujuran, ketekunan, ketangguhan, ketidakkenyalan, serta pelaksanaan hak dan kewajiban.
Anda dapat mengajarkan makna Hari Pahlawan kepada anak-anak dengan menunjukkan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar dengan tekun untuk mempertahankan kemerdekaan, mencapai prestasi di bidang yang diminati, membantu teman dalam kesulitan, dan memupuk nilai-nilai seperti ucapan terima kasih, permintaan maaf, dan pertolongan kepada sesama.
Penting pula untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang disiplin, seperti datang ke sekolah tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan rumah, menghormati antrian saat membeli makanan, dan menjalani pola hidup sehat dengan perhatian pada makanan, minuman, imunisasi, olahraga, dan tidur yang berkualitas.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









