Penting! 4 Ikan Ini Tidak Boleh Dijadikan MPASI

AKURAT.CO MPASI adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI, ini merujuk pada makanan tambahan yang diberikan kepada bayi selain ASI (Air Susu Ibu), biasanya mulai diberikan Setelah bayi mencapai usia 6 bulan.
MPASI adalah langkah penting dalam perkembangan bayi karena ASI atau susu formula tidak lagi memenuhi semua kebutuhan nutrisi mereka.
Selain itu tujuan dari MPASI adalah memperkenalkan bayi pada berbagai jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka yang semakin bertambah seiring pertumbuhan.
Ini membantu bayi mengembangkan keterampilan makan, mengenali berbagai rasa dan tekstur makanan, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitifnya.
Baca Juga: MPASI Fortifikasi Untuk Bayi Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Para Ahli
Mpasi ini biasanya dimulai dengan makanan bayi yang lembut dan mudah dicerna, seperti bubur nasi yang biasanya dicampur dengan ikan, sereal bayi, dan sayuran yang dihaluskan.
Proses pemberian MPASI ini harus dilakukan perlahan dan memastikan mereka menerima nutrisi yang cukup, yang terutama didapatkan dari campuran ikan. Karena ikan memiliki banyak manfaat untuk MPASI bayi yang sedang dalam proses pemberian makanan tambahan.
Baca Juga: Jadwal MPASI Bayi Ideal, Berapa Kali Dalam Sehari?
Manfaat Ikan untuk MPASI
- Sumber protein: ikan adalah sumber protein hewani yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
- Asam lemak omega-3: ikan seperti salmon dan tuna, mengandung asam lemak omega-3 yang mendukung perkembangan otak serta penglihatan bayi
- Zat besi: ikan juga mengandung zat besi, yang diperlukan untuk mencegah anemia pada bayi
- Kalsium: beberapa jenis ikan, seperti ikan teri, mengandung kalsium yang baik untuk perkembangan tulang dan gigi bayi.
- Sumber nutrisi lainnya: ikan juga mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk vitamin D, vitamin B12, dan seng.
Baca Juga: Ini Dia Penyedap Masakan Tanpa Micin Cocok Untuk MPASI
Beberapa jenis ikan yang baik untuk MPASI
- Ikan salmon: salmon adalah salah satu ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, yang penting untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi
- Ikan tuna: tuna juga mengandung asam lemak omega-3
- Ikan teri: ikan teri adalah sumber kalsium yang baik
- Ikan kakap: ikan kakap mengandung protein dan nutrisi penting lainnya untuk pertumbuhan bayi
- Ikan sarden: ikan sarden juga memiliki sumber nutrisi seperti kalsium, vitamin D dan omega-3 yang baik untuk kesehatan bayi.
Namun, penting untuk diperhatikan, ada beberapa ikan yang tidak boleh dijadikan MPASI.
Baca Juga: 4 Tanda Jika Pemberian MPASI Berhasil Pada Anak
Beberapa Jenis Ikan Yang Tidak Boleh Dijadikan MPASI
1. Hiu
Hiu adalah predator puncak di rantai makanan laut, yang berarti mereka cenderung mengandung konsentrasi merkuri yang lebih tinggi. Merkuri sendiri adalah logam berat yang dapt berbahaya bagi kesehatan bayi jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Hiu juga bukan termasuk ikan yang sangat kaya nutrisi esensial yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
2. Ikan Todak
Ikan todak (pufferfish) tidak boleh dijadikan MPASI atau dikonsumsi bayi. Alasan utamanya adalah ikan todak mengandung racun yang sangat berbahaya yang disebut tetrodotoxin. Racun ini dapat menyebabkan keracunan parah bahkan dalam jumlah yang sangat kecil dan bisa berakibat fatal
3. Ikan makarel
Ikan seperti makarel dapt mengandung merkuri dalam jumlah tertentu, terutama jika berasal dari perairan yang terkontaminasi. Kandungan merkuri yang tinggi dapat berbahaya bagi perkembangan bayi.
4. Ikan tuna mata besar
Seperti yang lainnya, ikan ini juga memiliki kandungan merkuri di dalamnya. Bayi memiliki sistem pencernaan dan metabolism yang belum matang, sehingga lebih rentan terhadap risiko keracunan merkuri.
Maka, sangat penting untuk memastikan ikan apa saja yang akan dijadikan MPASI, jangan sampai malah meracuni dan menimbulkan risiko pada bayi. Jika perlu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi, sebelum memasukkan ikan atau jenis makanan baru lainnya ke dalam MPASI bayi.[] (Ami Fatimatuz Zahro’)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








