Nutrisi MPASI Bisa Jadi Pendukung Perkembangan Kecerdasan Anak
Sri Agustina | 19 Februari 2024, 17:41 WIB

AKURAT.CO Kemajuan teknologi saat ini membuat orang tua khawatir terhadap perkembangan buah hatinya. Terlebih, atas banyaknya inovasi, salah satunya yakni kecerdasan buatan.
Bila melihat data Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 bahwa anak Indonesia memiliki nilai lebih rendah dibandingkan rata-rata seluruh dunia baik di bidang matematika, membaca dan sains.
Maka dari itu, orang tua perlu memberikan dan memastikan perkembangan kognitif yang optimal di 1.000 hari pertama kehidupan.
"Perkembangan otak manusia 80% terjadi di masa 1.000 HPK, dan 20% sisanya terjadi hingga dewasa. Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, ternyata, gizi memegang peranan yang penting. Penelitian menunjukkan bahwa gizi memengaruhi kemampuan kognitif pada seorang anak," ungkap dr.Herbowo Agung F Soetomenggolo, Sp.A(K), seorang dokter spesialis anak Konsultan Neurologi.
Herbowo menambahkan bahwa asupan mikronutrien yang cukup, dapat mencegah defisit kognitif dan masalah perkembangan jangka panjang.
"Pada anak usia 6 bulan ke atas, pemenuhan makronutrien dan mikronutrien sangat bergantung pada ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI). Orang tua dapat memberikan MPASI dalam bentuk MPASI buatan rumah, MPASI fortifikasi kemasan atau kombinasi keduanya," jelasnya.
MPASI fortifikasi memiliki keunggulan selain mudah dibuat, juga memiliki kandungan makronutrien dan mikronutrien yang terukur dan sudah disesuaikan usia.
Kandungan mikronutrien seperti zat besi, zink, vitamin B kompleks, C, E, dan kolin bahkan sudah diperhitungkan dengan baik. Hal ini membuat kebutuhan anak relatif akan terpenuhi dan akan membuat perkembangan otak anak akan lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








