Akurat

MPASI Sebaiknya Dibuat Sendiri di Rumah

Mukodah | 23 Juni 2024, 19:44 WIB
MPASI Sebaiknya Dibuat Sendiri di Rumah

AKURAT.CO Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang dibuat sendiri oleh orang tua di rumah memiliki kandungan yang jauh lebih baik.

Demikian disampaikan Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Titis Prawitasari, SpA(K), dalam memperingati HUT ke-70 IDAI di Jakarta.

"Ini harus dicermati dari konteks mikronutriennya, itu sangat tertinggal. Walaupun labelnya ada ayam, bayam, brokoli, salmon, ini banyak dijumpai di perkampungan. Tapi yang dimaksud organik itu (standar) di pasaran industri atau rumahan," jelasnya.

Baca Juga: Sambut Musim Baru, Firza Andika tak Mau Tergeser dari Starting XI Persija Jakarta

Menanggapi maraknya MPASI dalam wadah yang banyak dijual di pinggir jalan, Titis menekankan bahwa makanan tersebut belum bisa dipastikan kehigienisannya.

Karena adanya kemungkinan makanan tidak melalui proses pembuatan yang tepat.

Dikhawatirkan MPASI yang dijual tersebut mengandung bakteri karena dibiarkan di luar ruangan dalam waktu yang lama.

Atau tidak tersertifikasi dan diakui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kalau organiknya sesuai definisi BPOM, baru boleh diklaim sebagai organik. Tapi kalau komersial rumahan itu patut dipertanyakan karena izinnya dari dinas setempat, bukan BPOM. Ini harus dievaluasi," ujar Titis.

Baca Juga: Sakit Hati Dimarahi, Dua Remaja Putri Bunuh Ayahnya Sendiri di Duren Sawit

Selain masalah perizinan, hal lain yang patut dicermati adalah kandungan dan takaran nutrisi dari MPASI tersebut.

Titis mencontohkan, terkadang ada MPASI yang dibuat dalam porsi banyak, namun kandungan gizinya kurang.

Untuk itu, IDAI tidak menyarankan orang tua, seperti para ibu pekerja, bijak membeli MPASI.
Agar asupan gizi anak lebih terjaga, terhindar dari berbagai macam bakteri dan tidak tergiur dengan harga murah.

Menurut Titis, akan lebih baik jika MPASI dibuat sendiri di rumah.

Di mana, ibu dapat memastikan proses pembuatan terhindar dari berbagai kontaminasi bakteri.

Selain itu, baik cita rasa dan takarannya bisa disesuaikan langsung dengan kebutuhan anak.

Menu yang dibuat pun dapat lebih bervariatif.

IDAI mengingatkan orang tua untuk tidak memberikan MPASI sebelum anak menginjak usia enam bulan ke atas.

Hal tersebut sangat berbahaya karena bisa membuat saluran cerna seorang anak tertutup atau tersumbat akibat ketidakmampuan mencerna tekstur makanan yang terlalu kasar.

"Ini juga bisa jadi jalan transfer infeksi dari ibu ke bayi. Sarannya, kalau dia belum siap, kita harus kasih makanan yang cair karena dia mampunya baru menghisap dan menelan, belum bisa mengunyah. Mengunyah itu pada awal cuma mengantar makanan dari depan ke belakang, jadi perlunya yang halus," Titis memaparkan, melalui keterangan yang diterima, Minggu (23/6/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK