Kenali Penyebab Picky Eater Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO, Seorang anak yang sudah masuk ke masa-masa MPASI akan mengonsumsi makanan pendamping selain ASI. Masa MPASI anak dimulai pada usia 6 bulan.
Bayi usia 5 bulan pun sudah mulai bisa di MPASI, dengan catatan harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui baik dan tidaknya, serta makanan apa saja yang bagus untuk dijadikan MPASI pada bayi.
Pernyataan ini sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh WHO, yakni ibu bisa memperkenalkan MPASI pada anak, ketika sudah memasuki usia 6 bulan. Tujuan MPASI itu sendiri ialah melatih bayi untuk terbiasa mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat gizi, yang mana hal ini sangat dibutuhkan oleh tubuh anak seiring dengan pertambahan usianya.
Seorang ibu akan merasa senang, ketika melihat anaknya makan dengan lahap, apa pun makanan yang dihidangkan untuknya. Akan tetapi ada kalanya seorang anak tidak mau mengonsumsi makanan-makanan tertentu dan hanya ingin makan-makanan yang disukainya. Pada fase inilah anak sering disebut menjadi picky eater.
Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Picky eater berarti anak mau mengonsumsi berbagai macam makanan, baik yang sudah dikenal maupun makanan yang dikenalnya, dengan tidak mau mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup. Selain dari kurangnya jumlah makanan yang dikonsumsi, picky eater juga berkaitan dengan tekstur dan rasa makanan. Walaupun pilih-pilih makanan, picky eater tetap mau mengonsumsi minimal satu macam makanan, dari setiap kelompok karbohidrat dan protein.
Picky eater biasanya terjadi pada anak usia 1-3 tahun, dan hal ini normal bagi tumbuh kembang anak, berbeda ketika anak mengalami selective eater yang membuat anak menolak segala jenis makanan dalam kelompok tertentu, seperti enggan mengonsumsi karbohidrat, baik itu nasi, roti, atau mie.
Jika selective eater pada anak berkepanjangan, makan akan menyebabkan anak berisiko mengalami defisiensi makro atau mikronutrien tertentu. Lantas apa penyebab anak mengalami picky eater.
Baca Juga: Jadwal MPASI Bayi Ideal, Berapa Kali Dalam Sehari?
Penyebab Picky Eater pada Anak
Dikutip dari halodoc, ada 5 penyebab terjadinya picky eater pada anak, berikut ini penyebabnya:
- Kurangnya pengenalan makanan pada usia dini, yang mana hal ini dikenal dengan MPASI pada anak saat usia 6 bulan. Menurut jurnal berjudul picky eater in children: causes and consequences yang diterbitkan oleh cambridge University Press, pengenalan MPASI pada anak harus dimanfaatkan dengan baik dengan cara memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba berbagai jenis makanan pada saat masa MPASI.
- Adanya tekanan pada proses pemberian makanan; saat anak mengalami picky eater, orang tua atau pengasuh sering merasa cemas, sehingga membuatnya memaksa anak untuk makan. Hal ini seperti penjelasan dari penelitian pada PubMed Central, yaitu tekanan ibu atau pengasuh pada proses pemberian makanan pada anak juga menyebabkan terjadinya picky eater.
- Parental feeding style, umumnya bayi pasti akan melakukan atau meniru segala hal yang dilihatnya, jika ayah atau ibunya pilih-pilih makanan, maka anak akan cenderung menirunya.
- Anak bosan dengan makanannya, ada anak yang menyukai jenis makanan yang sama dan ada juga yang tidak, jika anak dibiasakan dengan satu jenis makanan saja maka hal ini akan menjadi salah satu penyebab anak mengalami picky eater, karena anak merasa bosan dengan jenis makanan yang sama setiap harinya.
- Anak kurang mengeksplorasi makanan, ada kalanya anak ingin mengeksplorasi makanannya sendiri, yaitu dengan cara membiarkan akan makan sendiri, karena mungkin saja hal bisa membantu anak makan dengan lahap, dan secara tidak langsung membuat anak makan dengan tangannya sendiri.
Sedang cara untuk mengatasi anak yang mengalami picky eater, terbilang cukup mudah dikarenakan picky eater adalah fase yang normal pada anak, kecuali anak mengalami selective eater, hala inilah yang harus diwaspadai. Dikutip dari alodokter, ada beberapa cara untuk mengatasi anak picky eater, diantaranya adalah:
- Hindari memaksa anak untuk makan; jangan pernah memaksa anak untuk makan jika memang anak tidak mau, berusaha dengan sabar dan pada umumnya anak butuh setidaknya 10-15 percobaan hingga anak terbiasa dan mau memakan sesuatu.
- Sajikan makanan dengan variasi yang baru; jangan memberikan makanan pada anak dengan jenis hidangan yang sama terus setiap harinya, karena hal ini akan menjadi penyebab picky eater pada anak.
- Perbolehkan anak untuk menyentuh makanannya; biarkan anak mengeksplorasi maknanya, sehingga bisa membantu anak untuk mau mengonsumsi makanan yang telah disajikan.
- Buat suasana jadi menyenangkan; cara menghindari picky eater juga bisa dengan membuat suasana makan anak menyenangkan dengan cara memberikan anak makan dengan wadah yang lucu.
- Cari teman makan bersama; dengan cara mencari teman makan untuk si anak bisa membantu meyakinkan anak bahwa makanan yang tidak disukainya itu enak, yakni dengan melihat temannya yang suka makanan yang tidak disukainya.
Nah, itulah penyebab dan cara mengatasi picky eater pada anak, ibu-ibu tidak perlu khawatir jika anak mengalami picky eater, karena hal ini normal dialami oleh anak. Oleh sebab itu, hindari penyebab-penyebab yang dapat membuat anak menjadi picky eater, dan atasi dengan 5 cara di atas apabila anak mengalami picky eater. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









