Akurat

Bus Maut Subang Disebut Rem Blong, Roy Suryo: Kemungkinan Mati Mesin

Leo Farhan | 12 Mei 2024, 22:18 WIB
Bus Maut Subang Disebut Rem Blong, Roy Suryo: Kemungkinan Mati Mesin

AKURAT.CO Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata Putera Fajar di Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024). Penyebab utama kecelakaan disebut-sebut alasan klasik "rem blong" yang membuat bus oleng ketika dilakukan pengereman.

Kondisi itu membuat sopir bus banting stir ke kanan untuk memberhentikan laju bus yang sudah tidak terkendali.

Hal itu merujuk penuturan saksi mata di lokasi kejadian, bahwa sebelum menabrak mobil dan motor, tampak bus meluncur cepat di malam hari dengan hanya menggunakan penerangan lampu hazard.

Terkait hal ini, Pembina Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), Roy Suryo menganalisa bahwa semestinya bus menggunakan penerangan lampu utama.

"Ini dapat diperkirakan bahwa ada kemungkinan bus mengalami mati mesin sebelumnya, sehingga praktis fungsi booster dan master rem abnormal," ujar mantan Menpora dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Dugaan Sementara Penyebab Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok Kecelakaan di Subang

Pengemudi bus bernama Sadira mengaku bahwa sebelumnya bus sempat mengalami penyetelan ulang posisi pijakan rem ketika berhenti di kawasan wisata Tangkuban Perahu. Penyetelan dengan alasan rem sebelumnya terlalu dalam dan kurang nyaman.

Hasil pengamatan sementara dari petugas kepolisian yang mencermati aspal jalan tempat kejadian menyatakan tidak terdapat bekas-bekas pengereman. "Padahal kontur jalan menurun dan sewajarnya harus ada penurunan kecepatan yang signifikan," terang Roy.

Dirinya yang juga penasehat sejumlah klub otomotif, termasuk Mercedez-Benz dan Touring Bela Negara (TBN) menuturkan hasil analisis lengkap dan terinci nantinya akan didapatkan setelah dilakukan olah TKP secara Traffic Accident Analysis (TAA), menggunakan perangkat berbasis Light Detection and Ranging (LIDAR).

"Hasil TAA ini memang akurat dan bisa diandalkan untuk mencari prima causa penyebab awal kejadian memilukan ini," pungkasnya.

Bus nahas dengan nopol AD 7524 OG itu dilaporkan membawa sebagian rombongan SMK Lingga Kencana asal Depok. Bus mengalami kecelakaan setelah istirahat dan makan di sebuah rumah makan di Ciater usai menggelar acara "perpisahan" di daerah wisata Lembang.

Terdapat sekitar 120 peserta dan terbagi ke dalam tiga bus, namun hanya bus pertama ini yang mengalami kecelakaan dan terguling di turunan Ciater. Bus menabrak mobil Daihatsu, beberapa motor dan harus berakhir diantara tiang listrik dan papan billboard tepi jalan antara Bandung dan Depok.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.