Akurat

Laba Tesla Dilaporkan Anjlok Hingga 55 Persen, Ini Penyebabnya

Sulthony Hasanuddin | 24 April 2024, 23:30 WIB
Laba Tesla Dilaporkan Anjlok Hingga 55 Persen, Ini Penyebabnya

 

AKURAT.CO Tesla melaporkan penurunan laba sebesar 55 persen di tengah persaingan ketat di pasar kendaraan listrik.

Namun saham Tesla menguat karena rencana untuk mempercepat produksi model-model yang lebih terjangkau.

Perusahaan yang berbasis di Austin, Texas, Amerika Serikat, ini melaporkan laba sebesar USD1,1 miliar pada kuartal pertama atau turun hingga USD2,51 miliar tahun lalu.

Baca Juga: Setelah PHK Karyawan, Kini Tesla Pangkas Sepertiga Harga Perangkat Lunak Full Self-Drivingnya Menjadi Rp130 Juta

Namun, saham Tesla melonjak 11 persen setelah CEO Elon Musk mengatakan bahwa produksi kendaraan baru yang lebih terjangkau akan dimulai pada paruh kedua tahun depan jika tidak akhir tahun ini.

Model-model ini, kata Musk, akan menggunakan aspek-aspek baru dari platform generasi berikutnya serta aspek-aspek dari platform kami saat ini.

"Jadi, ini tidak bergantung pada pabrik baru atau lini produksi baru yang masif," katanya dikutip Rabu (24/4/2024).

Musk tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kendaraan-kendaraan baru tersebut, dia hanya mengatakan bahwa informasi lebih lanjut akan dirilis pada bulan Agustus.

Baca Juga: Penjualan Tesla Menurun, Elon Musk PHK Lebih dari 10 Persen Karyawan Global

Musk, yang telah menggembar-gemborkan robotaksis otonom sebagai mesin pertumbuhan perusahaan selama bertahun-tahun, juga berbicara panjang lebar tentang janji kendaraan otonom.

Menurut CEO dari X itu Tesla harus dianggap sebagai perusahaan robotika AI.

"Jika seseorang tidak percaya bahwa Tesla akan menyelesaikan masalah otonomi, saya pikir mereka tidak boleh menjadi investor," tuturnya.

Baca Juga: PHK Lebih dari 10% Karyawan Global, Ini Isi Email CEO Tesla Elon Musk

Tesla, produsen kendaraan listrik terbesar kedua setelah BYD dari Tiongkok, mengalami tahun yang sulit.

Kesulitan yang dihadapi Tesla sebagian karena gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh serangan Houthi terhadap pengiriman di Laut Merah dan serangan pembakaran oleh aktivis lingkungan di fasilitas produksi di Jerman.

Baca Juga: Elon Musk Umumkan Rencana Peluncuran Tesla Robotaxi pada 8 Agustus

Pengiriman kendaraan turun 8,5 persen pada kuartal pertama dan saham perusahaan telah kehilangan hampir setengah dari nilainya sejak Juli tahun lalu.

Musk awal bulan ini mengatakan kepada para stafnya dalam sebuah memo bahwa perusahaan akan memberhentikan lebih dari 10 persen tenaga kerja globalnya untuk menjadi ramping, inovatif, dan siap menghadapi siklus fase pertumbuhan berikutnya.

Baca Juga: Israel Mengaku Siap Evakuasi Penduduk Gaza di Rafah, Ternyata Ini Alasan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.