Penjualan Mobil Naik di Eropa Berkat Tren Kendaraan Listrik

AKURAT.CO Penjualan mobil baru di Eropa kembali mencatatkan pertumbuhan positif pada akhir Desember 2025. Hal ini menandai bulan kelima berturut-turut kenaikan penjualan kendaraan di kawasan tersebut.
Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik dan hybrid, yang kini semakin diterima sebagai pilihan utama, bukan lagi alternatif.
Data terbaru yang dirilis dan dilaporkan oleh Reuters menunjukkan bahwa pergeseran menuju mobil ramah lingkungan bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan struktural dalam industri otomotif Eropa.
Menurut laporan tersebut, total penjualan mobil baru di Uni Eropa naik sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendaraan listrik berbasis baterai dan mobil hybrid menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan ini, sementara penjualan mobil bermesin pembakaran internal konvensional terus mengalami tekanan.
Pabrikan otomotif Eropa dan global yang beroperasi di kawasan ini mulai merasakan hasil dari investasi besar-besaran mereka dalam elektrifikasi, terutama setelah beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan rantai pasok, inflasi, dan perlambatan ekonomi.
Lonjakan penjualan kendaraan listrik tidak terlepas dari kombinasi berbagai faktor. Insentif pemerintah di sejumlah negara Eropa masih memainkan peran penting, baik dalam bentuk subsidi pembelian, keringanan pajak, maupun kebijakan pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil di pusat kota.
Selain itu, jaringan pengisian daya yang semakin luas dan andal membuat konsumen lebih percaya diri beralih ke EV untuk penggunaan sehari-hari. Dalam banyak negara, kekhawatiran mengenai jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur kini jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu.
Dari sisi industri, produsen mobil juga semakin agresif meluncurkan model-model listrik di berbagai segmen harga.
Jika sebelumnya EV identik dengan mobil premium atau model berharga tinggi, kini semakin banyak kendaraan listrik yang menyasar pasar menengah dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal ini membuka pintu bagi konsumen yang sebelumnya ragu untuk beralih, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan biaya operasional EV yang lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin atau diesel.
Reuters juga mencatat bahwa pertumbuhan penjualan EV di Eropa terjadi di tengah tekanan ketat terhadap emisi karbon. Regulasi Uni Eropa yang menargetkan penurunan emisi CO₂ secara signifikan memaksa produsen mobil untuk mempercepat transisi mereka.
Perusahaan yang lambat beradaptasi berisiko menghadapi denda besar, sementara mereka yang lebih siap justru memperoleh keunggulan kompetitif. Dalam konteks ini, kenaikan penjualan mobil listrik tidak hanya mencerminkan perubahan preferensi konsumen, tetapi juga respons industri terhadap arah kebijakan jangka panjang.
Menariknya, pertumbuhan ini terjadi meskipun kondisi ekonomi Eropa belum sepenuhnya stabil. Suku bunga yang relatif tinggi dan tekanan biaya hidup tidak menghentikan minat konsumen terhadap kendaraan baru, khususnya EV.
Analis menilai hal ini sebagai indikasi bahwa mobil listrik kini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang rasional, bukan sekadar simbol gaya hidup ramah lingkungan.
Ke depan, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Dengan semakin ketatnya regulasi emisi, inovasi teknologi baterai, serta masuknya pemain baru dari Asia dan Amerika Serikat, persaingan di pasar otomotif Eropa akan semakin intens.
Namun satu hal menjadi semakin jelas: kendaraan listrik dan hybrid telah menjadi motor utama pertumbuhan industri otomotif di Eropa, menandai babak baru menuju sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








