Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro yang Mengundurkan Diri dari Mendikti, Ini Pendidikan dan Perjalanan Kariernya

AKURAT.CO Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang dikenal sebagai seorang ilmuwan dan akademisi terkemuka, baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) dalam Kabinet Merah Putih.
Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (19/2/2025), ia menyampaikan bahwa alasan utama pengunduran dirinya adalah karena merasa kinerjanya tidak sesuai dengan harapan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski baru menjabat selama empat bulan, Satryo mengaku telah berupaya bekerja maksimal untuk memenuhi ekspektasi tersebut.
Lantas seperti apa latar belakang pendidikan dan perjalanan kariernya? Simak di bawah ini!
Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Akademis
Lahir di Delft, Belanda pada 5 Januari 1956, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengawali perjalanan pendidikan tinggi yang gemilang.
Ia meraih gelar Ph.D. di bidang Teknik Mesin dari University of California, Amerika Serikat, yang kemudian membuka jalannya untuk berkarier di dunia akademik.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bergabung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, dan memulai kontribusinya dalam dunia pendidikan tinggi di tanah air.
Kariernya di dunia pendidikan dimulai dengan perannya sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB pada tahun 1992.
Di sini, ia memulai implementasi proses self evaluation pada jurusan tersebut, sebuah langkah yang kemudian diadopsi oleh ITB dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Upayanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui reformasi dan pembaharuan terus berlanjut sepanjang kariernya.
Perjalanan Karier dan Pencapaian
Selain menjadi akademisi di ITB, Satryo juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) pada periode 1999-2007.
Selama masa jabatannya, ia berperan besar dalam merancang kebijakan pendidikan tinggi yang dapat meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi Indonesia.
Pengalaman luasnya dalam mengelola pendidikan tinggi turut mendukung kapasitasnya sebagai menteri yang dipercaya mengelola sektor pendidikan tinggi dalam Kabinet Merah Putih.
Satryo Soemantri juga aktif dalam kegiatan ilmiah dan penelitian. Ia telah menghasilkan lebih dari 99 publikasi ilmiah, menjadikannya sebagai salah satu ilmuwan terkemuka di Indonesia.
Karya-karyanya tidak hanya berfokus pada pengembangan bidang teknis mesin, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam reformasi pendidikan tinggi.
Kontribusi Internasional dan Peran di Komisi Ilmu Rekayasa
Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Brian Yuliarto Jadi Mendiktisaintek, Gantikan Satryo Soemantri
Tak hanya berkarier di Indonesia, Satryo juga mengembangkan jejaring internasional dengan menjadi dosen tamu di Toyohashi University of Technology, Jepang.
Ia turut berkontribusi dalam pengajaran dan penelitian di bidang teknik mesin di universitas terkemuka tersebut.
Lebih lanjut, Satryo juga menjabat sebagai Ketua dan Anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
Di sini, ia memberikan pandangan serta arahan terkait pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, khususnya dalam bidang rekayasa.
Meskipun keputusan pengunduran dirinya sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi datang setelah hanya empat bulan menjabat, perjalanan kariernya yang panjang dan kontribusinya dalam dunia akademik tidak dapat dipandang sebelah mata.
Sebagai ilmuwan, pendidik, dan pemimpin, Satryo tetap menjadi teladan dalam dunia pendidikan di Indonesia, yang selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi di tanah air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









