Gagas Kurikulum Peradaban, Rocky Gerung Ingin Polwan Jadi Negosiator Publik

AKURAT.CO Pendiri Tumbuh Institute, Rocky Gerung, mendorong pengembangan pendidikan Polisi Wanita (Polwan) agar tidak hanya berorientasi pada kemampuan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat kompetensi negosiasi, pemahaman sosial dan budaya, perlindungan manusia, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Gagasan tersebut dirangkum dalam konsep "kurikulum peradaban" untuk menjawab kompleksitas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Kurikulum Polwan haruslah menjadi kurikulum peradaban, justru ketika 'ibu bumi' disengsarakan oleh keserakahan kita," kata Rocky, Rabu (16/9/2026).
Rocky menilai, tantangan yang dihadapi kepolisian semakin luas.
Polisi tidak hanya berhadapan dengan kriminalitas, tetapi juga konflik sosial, tekanan ekonomi, persoalan lingkungan, ketegangan politik, serta berbagai bentuk kerentanan masyarakat.
Karena itu, pendidikan Polwan dinilai perlu berkembang mengikuti perubahan persoalan sosial.
Kompetensi kepolisian tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan menggunakan kewenangan, tetapi juga perlu mencakup pemahaman terhadap manusia dan kondisi yang melatarbelakangi munculnya konflik.
Rocky menempatkan Polwan sebagai perempuan yang menjalankan profesi kepolisian dengan fungsi perlindungan dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Polwan adalah perempuan yang berprofesi sebagai negosiator publik, justru karena watak 'ethics of care' itu," ujar Rocky yang juga pengamat politik.
Menurut Rocky, kemampuan negosiasi penting karena ketertiban tidak selalu harus dibangun melalui pendekatan kekuasaan.
Polisi juga perlu memahami psikologi masyarakat, menghormati budaya setempat, serta membaca persoalan sosial yang menjadi sumber ketegangan.
Rocky mencontohkan demonstrasi sebagai salah satu situasi yang membutuhkan kemampuan tersebut.
Demonstran, kata dia, tidak semata-mata ditempatkan sebagai pihak yang mengganggu ketertiban, tetapi juga sebagai warga yang membawa tuntutan.
"Pendemo harus diperlakukan sebagai 'pencari keadilan'. Ketertiban harus berasal dari keahlian negosiasi," tutur Rocky.
Dalam kerangka pendidikan Polwan, kemampuan membaca situasi sosial menjadi penting karena konflik dapat dipicu berbagai persoalan.
Baca Juga: Cara Mengetahui Perkembangan Performa Lari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









