Komisi X DPR Bakal Panggil Kemdiktisaintek Bahas Universitas Republik Indonesia

AKURAT.CO Komisi X DPR RI akan meminta penjelasan langsung kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terkait rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan pemerintah di sektor pendidikan tinggi.
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, mengatakan, hingga kini pembentukan URI belum pernah dibahas secara resmi bersama Komisi X.
Karena itu, pihaknya akan mengagendakan rapat dengan Kemdiktisaintek pada masa persidangan mendatang.
"Dalam menjalankan fungsi pengawasan, kami akan mengagendakan pertemuan dengan Kemdiktisaintek untuk meminta penjelasan komprehensif mengenai landasan hukum, tata kelola, sumber pendanaan, serta peta jalan pengembangan URI," kata Hetifah dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Hetifah, DPR mendukung berbagai terobosan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Namun, setiap kebijakan strategis, termasuk pembentukan perguruan tinggi baru, harus memiliki dasar hukum yang kuat, disusun secara akuntabel, serta didasarkan pada kebutuhan yang nyata.
Ia juga mengingatkan agar kehadiran universitas baru tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan maupun mengganggu ekosistem pendidikan tinggi yang telah berjalan.
"Kami mendukung inovasi untuk memajukan pendidikan nasional. Namun, kebijakan sebesar ini harus disusun secara akuntabel, berbasis kebutuhan, dan tidak boleh menimbulkan tumpang tindih fungsi atau fragmentasi dalam ekosistem pendidikan tinggi, termasuk harus memiliki kejelasan dasar hukum formal," ujarnya.
Hetifah berharap rapat dengan Kemdiktisaintek dapat memberikan penjelasan menyeluruh mengenai konsep, arah pengembangan, serta tujuan pembentukan URI sehingga kebijakan tersebut benar-benar mampu memperkuat mutu dan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Ruang Digital Harus Aman, Orang Tua Harus Aktif Dampingi Anak Saat Bermain Gawai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai










