Ruang Digital Harus Aman, Orang Tua Harus Aktif Dampingi Anak Saat Bermain Gawai

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak para orang tua memperkuat pendampingan terhadap anak saat menggunakan gawai dan media sosial.
Menurutnya, anak-anak saat ini hidup di dua ruang sekaligus, yakni ruang fisik dan ruang digital, yang sama-sama membutuhkan perlindungan.
"Anak-anak membutuhkan keluarga yang hangat dan komunikatif di ruang fisik, sementara di ruang digital mereka membutuhkan ruang yang aman. Karena itu, jika anak menggunakan handphone harus didampingi orang tua," kata Arifah, Rabu (29/7/2026).
Ia mengingatkan penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mata maupun perkembangan kemampuan berpikir anak.
"Jangan terlalu sering bermain gawai karena dapat berdampak pada kesehatan mata maupun perkembangan kemampuan berpikir anak," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur yang turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kesempatan itu, Arifah mengapresiasi peluncuran Program Perisai Anak yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis memperkuat perlindungan anak di ruang digital.
Program itu dinilai sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA), serta implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
"Anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, kita dapat memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai risiko di dunia digital," katanya.
Arifah menegaskan, pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan investasi penting untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Karena itu, ia mendorong anak-anak terus belajar, berkarya, dan berani meraih cita-cita.
Ia juga memastikan Kementerian PPPA akan menindaklanjuti aspirasi Suara Anak Indonesia dengan mempertemukan Forum Anak Tingkat Nasional bersama kementerian dan lembaga terkait agar anak-anak dapat menyampaikan persoalan sekaligus terlibat dalam penyusunan solusi.
"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk bersama-sama memastikan setiap anak Indonesia tumbuh aman, terlindungi, dan mampu meraih cita-citanya menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Sufi Agustini, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak dan melindungi anak.
Baca Juga: Program Digitalisasi Bansos Buka Akses Bantuan bagi 51 Ribu KK Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








