Pemerintah Diminta Adopsi Sistem Pengelolaan Sampah di Nusa Kambangan, Murah dan Punya Nilai Tambah

AKURAT.CO Pemerintah diminta mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Pulau Nusa Kambangan. Sebab, teknologi yang digunakan di pulau tersebut dinilai tidak memerlukan biaya besar dan tetap ramah lingkungan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik, mengatakan persoalan sampah telah menjadi isu serius di berbagai daerah di Indonesia dan membutuhkan solusi cepat serta terjangkau.
"Alangkah baiknya, Kementerian Lingkungan Hidup berkunjung ke Pulau Nusa Kambangan. Di sana sekarang sudah tidak ada sampah," kata Jamaludin, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Pemprov Jakarta Diminta Kembangkan Bank Sampah, Libatkan Masyarakat untuk Kelola Sampah
Dia menjelaskan, proses pengelolaan sampah di sana tidak menimbulkan pencemaran. Selain itu, hasil pengolahan sampah juga memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan dan masyarakat.
"Ini teknologi murah, ramah lingkungan, dan hasil dari pembakaran sampah itu tidak menjadi polusi udara, tidak menjadi polusi tanah, tidak menjadi polusi air. Bahkan menjadi solusi untuk pupuk dan untuk netralisir air tambak," lanjutnya.
Dirinya juga telah mengunjungi langsung Nusa Kambangan beberapa bulan lalu, dan melihat efektivitas sistem tersebut. Pulau Nusa Kambangan yang dikenal sebagai kawasan dengan sejumlah lembaga pemasyarakatan, justru mampu menunjukkan pengelolaan lingkungan yang baik.
"Saya sudah tahu sendiri dan benar-benar efektif. Bagaimana Pulau Nusa Kambangan yang terkenal seram dan ada 11 lapas di sana, hebatnya tidak ada sampah sama sekali," ujarnya.
Jamaludin juga menyoroti belum adanya tindak lanjut dari pihak kementerian atas usulan yang telah disampaikan sebelumnya. Dia meminta agar rekomendasi DPR tidak diabaikan.
Dia berharap, langkah konkret segera dilakukan agar teknologi tersebut dapat diterapkan di berbagai daerah. Sistem tersebut bisa menjadi solusi cepat bagi persoalan sampah nasional.
"Ini teknologi murah dan menjadi solusi cepat. Ketika dikerjakan bulan depan sudah bisa beroperasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









