Pemprov Jakarta Diminta Kembangkan Bank Sampah, Libatkan Masyarakat untuk Kelola Sampah

AKURAT.CO Strategi pengelolaan sampah di Jakarta dinilai belum berjalan optimal. Kesemrawutan yang terjadi di hampir seluruh wilayah, dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan implementasi kebijakan yang ada belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar. Untuk itu, dia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk lebih serius menangani masalah tersebut.
"Ini PR berat, kemarin saja bertahun-tahun dengan adanya Pergub 77 tahun 2020 sepertinya masih kurang maksimal," kata Yuke kepada wartawan di Gedung DPRD Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dia juga menyoroti lemahnya kinerja petugas di lapangan. Dia menegaskan percepatan pengelolaan sampah tidak boleh hanya berfokus pada proyek percontohan di Rorotan.
Menurutnya, sejumlah daerah lain telah berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dia pun mendorong program bank sampah diperluas di Jakarta, dengan meniru model yang sudah terbukti efektif.
Namun, dia mengingatkan agar pengembangan bank sampah didukung data yang akurat. Hal itu penting untuk memaksimalkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Baca Juga: Penetapan Asep Kuswanto sebagai Tersangka Kasus Sampah Maut Bantargebang Tidak Adil
"Data RW mana, bank sampah mana yang sudah optimal dan mana yang belum," katanya.
Di sisi lain, Yuke mengungkapkan adanya rencana pembatasan pembuangan sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026 oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi beban fasilitas yang sudah kelebihan kapasitas dan berisiko memicu insiden longsor.
Dia pun mendorong seluruh pihak bergerak cepat agar target pengelolaan sampah mandiri dapat tercapai sebelum kebijakan tersebut berlaku. "Di Agustus kita berharap sudah bisa milah, sudah bisa diangkutnya juga terjadwal," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







