Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi Dapat Bantuan Akomodasi dari KBRI

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Arab Saudi terus memberikan dukungan kepada WNI, khususnya jemaah umrah, yang tertahan akibat situasi keamanan di Timur Tengah.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan, KBRI di Arab Saudi menyiapkan berbagai langkah penanganan bagi para jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.
"Terkait penanganan WNI stranded, Kemlu juga telah menerima laporan setiap harinya dari perwakilan yang melaporkan penanganan WNI stranded di wilayah akreditasinya masing-masing," ujar Heni, dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, para WNI yang masih menunggu jadwal penerbangan kepulangan mendapatkan dukungan logistik serta akomodasi dari perwakilan RI.
"Untuk para WNI stranded ini, mereka sambil menunggu penerbangan yang akan membawa para WNI mendapatkan akomodasi dan penginapan, serta konsumsi dan pengaturan jadwal penerbangan lanjutan yang dikomunikasikan oleh perwakilan RI dan otoritas setempat," jelas Heni.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Alternatif Pulangkan Jemaah Haji dan Umrah
Dalam penanganan khusus bagi jemaah umrah Indonesia, KBRI juga menyiagakan tim pemantauan di dua bandara utama yang menjadi pintu masuk jemaah asal Indonesia di Arab Saudi.
Perwakilan RI menerjunkan tim pemantauan selama 24 jam di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah.
Heni menyampaikan jemaah yang masih tertahan kepulangannya terus didampingi oleh perwakilan RI dan pihak travel untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
"Jemaah yang masih tertahan kepulangannya di bawah koordinasi perwakilan dan pihak travel dicarikan akomodasi atau penginapan di sekitar Bandara Jeddah dan Madinah sambil menunggu tiket kepulangan yang tersedia," katanya.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengupayakan berbagai alternatif penerbangan tambahan untuk mempercepat proses pemulangan jemaah ke Indonesia.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Pemerintah Pastikan Pemulangan Jemaah Umrah Secara Bertahap
"Perwakilan juga saat ini tengah menjajaki berbagai penerbangan untuk mengupayakan penerbangan tambahan ke wilayah sana," ujar Heni.
Selanjutnya, Kemlu juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah guna mengantisipasi dampak lanjutan dari situasi geopolitik di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan








