Investasi Jangka Panjang, Program MBG Bantu Persiapkan Generasi Emas 2045

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kebijakan strategis nasional yang dirancang sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, pada Senin (16/2/2026).
"Program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045, yakni mereka yang hari ini masih berada di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh sehat, cerdas dan kuat secara fisik maupun mental," jelasnya.
Menurut Mendikdasmen, pemenuhan gizi pada fase penting pertumbuhan merupakan kunci peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus pencegahan stunting. Karena itu, SPPG berperan penting dalam memastikan kandungan gizi pada setiap makanan yang disajikan.
"Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, masa emas usia dini hingga masa pertumbuhan harus dijaga mutunya. SPPG tidak hanya memastikan anak-anak kenyang tetapi memastikan asupan gizinya seimbang, aman dan berdampak bagi tumbuh kembang mereka," jelasnya.
Dalam peluncuran tersebut, Mendikdasmen juga melakukan peninjauan dapur SPPG untuk melihat langsung kesiapan operasional dan standar layanan.
Baca Juga: MBG Adalah Penambah Bukan Pengurang, Tidak Ada Anggaran Pendidikan yang Hilang
Kegiatan ini menjadi komitmen Kemendikdasmen untuk terus mengawal mutu Program MBG sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Kehadiran SPPG ini diharapkan memperkuat pemenuhan gizi bagi peserta didik serta kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan balita," katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menyampaikan bahwa MBG merupakan intervensi nyata negara yang dijalankan melalui kerja bersama lintas sektor dan masyarakat.
"Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan tetapi langkah besar untuk mengubah cara pandang bangsa terhadap gizi. Anak-anak hari ini tidak lagi makan asal kenyang tetapi makan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, serat dan vitamin yang disiapkan sejak dini," jelasnya.
Menurut Sony, dalam waktu relatif singkat, MBG telah menjangkau puluhan juta peserta didik dengan dukungan relawan dan SPPG di berbagai daerah.
Ia menekankan bahwa kritik dan masukan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.
Baca Juga: Prabowo Bangun Fondasi Menuju Indonesia Maju Melalui MBG dan CKG
"Ini adalah kerja bersama. Setiap masukan adalah koreksi agar pelayanan gizi semakin baik karena yang sedang kita siapkan adalah masa depan bangsa," ujarnya.
Wakil Gubernur Sumut, Surya, menyampaikan bahwa kehadiran SPPG memberi dampak langsung bagi pembangunan manusia di daerah.
"Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah bangunan tetapi sebuah gerakan. Gerakan untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, ibu hamil mendapat asupan yang baik, dan masa depan Sumatera Utara disiapkan sejak hari ini," ujarnya.
Surya menyebut Program MBG juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari petani, nelayan dan pelaku UMKM setempat.
Untuk memastikan dampaknya benar-benar dirasakan di lapangan, pengawalan mutu MBG dijalankan secara disiplin melalui kerja harian di dapur SPPG. Mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Pengawalan mutu tersebut dijalankan oleh para pekerja lapangan di SPPG UMSU.
Baca Juga: Enam Bulan Konsumsi MBG, Posyandu Buktikan Gizi Bumil-Busui dan Balita di Sumba Membaik
Tegardo, pengawas pemeliharaan dan pengantaran SPPG UMSU, mengatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan standar operasional yang ketat.
"Setiap hari kami bekerja dengan prosedur operasional standar yang jelas. Semua petugas menggunakan alat pelindung diri, bahan pangan ditimbang dan dibersihkan lalu diolah sesuai jadwal. Makanan dimasak dini hari, didinginkan, dikemas dan didistribusikan pagi hari agar anak-anak bisa sarapan sebelum belajar. Ini adalah tanggung jawab untuk memastikan makanan yang diterima aman dan bergizi," jelasnya.
Kerja nyata di lapangan menjadi cerminan bahwa Program MBG dijalankan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan nasional hingga implementasi teknis di daerah.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mengawal mutu MBG melalui penguatan standar layanan SPPG, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor bersama BGN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dengan pengawalan mutu yang konsisten, Program MBG diharapkan tidak hanya menjangkau lebih luas tetapi juga memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan berdaya saing.
Baca Juga: MBG Digelar Prasmanan di Sukabumi, Siswa Lebih Guyub dan Gembira
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









