Akurat

BPIP Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan di Era Digital

Moehamad Dheny Permana | 19 Februari 2026, 23:20 WIB
BPIP Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan di Era Digital

AKURAT.CO Arus digital yang semakin deras membawa dua sisi bagi kehidupan berbangsa. Di satu sisi memudahkan komunikasi dan akses informasi, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, hingga polarisasi sosial yang berpotensi merusak persatuan.

Dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila di Batam, Kamis (19/2/2026), Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya.

“Kita menyadari era saat ini sangat memudahkan kita, tetapi di sisi lain ruang digital juga menjadi suburnya hoaks, ujar kebencian, radikalisme, serta polarisasi sosial yang berpotensi merusak persatuan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pancasila harus tetap menjadi kompas moral dalam kehidupan berbangsa, termasuk di ruang digital.

Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan sistem nilai yang menuntun cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan sistem nilai yang menghidupkan etika baik di ruang nyata maupun digital,” tegasnya.

Nilai ketuhanan, lanjutnya, menuntun masyarakat untuk menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati.

Semua agama mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni sosial. Dalam konteks tersebut, Batam dinilai memiliki potensi menjadi contoh harmonisasi antara modernitas dan nilai kebangsaan.

Baca Juga: BTN dan Misi Besar 3 Juta Rumah: Dari Pembiayaan Rakyat hingga Transformasi Digital Berkelanjutan

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso, menambahkan bahwa Batam sebagai daerah terluar memiliki posisi strategis dalam memperkokoh ideologi Pancasila.

Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, kearifan lokal disebut sebagai jangkar ideologi bangsa yang harus terus dirawat dan diaktualisasikan agar tidak terkikis perkembangan zaman.

Generasi muda, menurutnya, memegang peran strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila.

Di era digital, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelopor literasi digital yang beretika, kritis, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, Muhamad Iksan, mewakili Gubernur, menyambut baik kunjungan BPIP tersebut.

Ia menuturkan, Batam merupakan daerah terluar dengan masyarakat yang sangat heterogen serta berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga sering disebut sebagai miniatur Indonesia.

Kota ini bahkan meraih Indeks Harmoni Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri, capaian yang dinilai perlu dipertahankan dan dikembangkan.

Masyarakat pun diajak untuk lebih bijak dalam menerima informasi, terlebih di bulan Ramadan, dengan tidak mudah percaya dan menyebarkan berita bohong.

“Jika kita menerima informasi, saring dulu. Jangan langsung percaya apalagi menyebarkannya karena bisa memicu perpecahan,” ujarnya.

Dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam setiap pikiran, tindakan, dan interaksi sosial—baik di ruang publik maupun digital—persatuan bangsa diyakini akan tetap terjaga.

Baca Juga: Pramono Anung Evaluasi Izin Lapangan Padel di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.