Akurat

Program MBG Dipantau Jutaan Mata, Tidak Ada Ruang untuk Kelalaian

Moehamad Dheny Permana | 22 Februari 2026, 21:02 WIB
Program MBG Dipantau Jutaan Mata, Tidak Ada Ruang untuk Kelalaian

AKURAT.CO Program makan bergizi gratis (MBG) dipantau oleh jutaan mata, sehingga tidak ada ruang untuk kelalaian. Dengan demikian, program MBG memiliki sistem pengawasan yang ketat.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan kualitas MBG dijaga langsung oleh sekitar 50 petugas terlatih yang bekerja di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Setiap SPPG memiliki tanggung jawab mendistribusikan paket makanan sampai 3000 penerima manfaat. Sehingga, pengawasan program ini semakin berlapis dengan kehadiran 3.000 pasang mata para pelajar, 6.000 orang tua siswa, ratusan guru, hingga masyarakat sekitar.

Baca Juga: Program MBG Dongkrak Harga Panen Petani Manggarai, Wortel Naik Tiga Kali Lipat

Kekuatan pengawasan ini semakin lengkap dengan keterlibatan indra tajam para wartawan, serta jutaan mata netizen yang memberikan kritik dan saran. Hal ini belum termasuk pengawasan ketat dari auditor lembaga-lembaga negara. 

"Saat ini telah berdiri 23.222 SPPG di seluruh Indonesia, kalikan saja jumlah pengawasnya, maka kita akan melihat salah satu barisan pencegahan korupsi terbesar dalam sejarah kebijakan publik kita. Jutaan mata memelototi tanpa henti. Inilah sistem pengawasan semesta untuk peradaban baru Indonesia," ujar Hariqo melalui keterangannya, Minggu (22/2/2026). 

Dia mengatakan, tidak semua orang mampu mendeteksi korupsi pada perjalanan dinas, pembelian ATK, dan pembangunan jembatan. Namun dalam MBG, hampir semua orang bisa mendeteksi kualitasnya.

"Jutaan mata mengawasi setiap porsi yang disajikan. Mata bening tidak bisa dibuat hening. Ini harus selalu diingat oleh siapa pun yang mengelola SPPG. Tidak ada ruang bagi kelalaian dalam menyajikan menu yang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi ibu hamil, balita, pelajar, dan santri kita," jelasnya. 

Baca Juga: Permintaan Meledak, Petani Manggarai Kewalahan Penuhi Kebutuhan Dapur MBG

Dia menegaskan, pengawasan super ketat dalam program MBG sebagai harga mati. Sebab, meskipun sudah 80 tahun merdeka, data gizi Indonesia dalam keadaan darurat. 

Di tengah perjuangan besar ini, dia tetap mengimbau untuk tetap berhati-hati terhadap Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK), foto dan video palsu buatan kecerdasan buatan (AI). 

Untuk mencegah penyimpangan dan melawan korupsi, pemerintah juga membuka pintu lebar-lebar bagi partisipasi masyarakat di kanal resmi: Call Center 127 (SAGI/Sentra Aduan Gizi Indonesia) atau WhatsApp Hotline: 0811-1000-8008.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.